Jakarta, NU Online
Islam harus dikembalikan pada mainstream pemikiran yang moderat. Bahwa dalam kenyataannya umat Islam sering dihadapkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan hati, tidak perlu ditanggapi secara emosional apalagi dengan kekerasan.
“Yang kita inginkan itu agar supaya Islam ditafsirkan secara jernih dan obyektif. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam mampu memberikan satu perlindungan kepada umat ini,” kata Wakil Rais Am PBNU KH. Tholchah Hasan di sela-sela acara ICIS II di Jakarta, Selasa (20/6).
“ICIS ini semacam koreksi ilmiah begitu. Ternyata jalur yang banyak ditempati oleh pemikir Islam dunia ya yang seperti itu (emosional: Red),” kata Tholchah Hasan.
Ditanya seputar perkiraan hasil yang realistis dan bisa ditindaklanjuti dari pelaksanaan ICIS II, mantan Menteri Agama itu bergeming. “Saya belum bisa memperkirakan hasil-hasil wong acaranya belum selesai,” katanya.
Di hadapan para cendekiawan muslim dunia, para delegasi Nahdlatul Ulama (NU), lanjut Thalchah Hasan, akan mempresentasikan konsep Islam rahmatan lil alamin yang dikembangkan oleh NU sembari mempromosikan beberapa hal yang telah dikerjakan oleh NU sendiri.
“NU tetap berada di jalannya bersama dengan kekuatan-kekuatan Islam yang sejalan dengan kita seperti Muhammadiyah dan segala macem itu. NU sebelum ini juga sudah mengadakan gerakan-gerakan, minimal dalam bentu pengajian-pengajian kitab atau tematik. Acara ini (ICIS II: Red) hanya semacam terminal,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua