Khofifah Dekati Anggota Koperasi di Pasuruan
NU Online · Sabtu, 30 Agustus 2008 | 01:25 WIB
Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ‘mendekati’ para anggota di Pasuruan. Ia mengunjungi Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejo di Karangsono, Pasuruan, Jumat (29/8).
KUD itu merupakan mitra PT Sampoerna yang mempekerjakan ribuan pekerja, terutama dari kaum perempuan. "Untuk menekan dan mengurangi angka pengangguran, maka mesti lebih banyak lagi dicetak lapangan kerja baru," ujar Khofifah.<>
Langkah yang dilakukan manajemen KUD Sumber Rejo sangat bagus untuk menyerap tenaga kerja yang ada, khususnya tenaga kerja wanita. "Saya sangat apresiatif dengan langkah yang dilakukan manajemen KUD Sumber Rejo berikut perusahaan lain yang mendukungnya," katanya.
Cagub lain pesain Khofifah, Soekarwo, mendekati kalangan guru melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kota Batu. Soekarwo untuk memberikan masukan mengenai evaluasi kebijakan pendidikan di Jatim tahun 2007/2008.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas dari pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang akan dikucurkan dari APBN, harus dapat menggerakkan mesin pendidikan lebih bagus, sehingga hasilnya adalah SDM bangsa ini lebih maju.
Soekarwo mengingatkan, sebagian program pendidikan yang dilakukan pemerintah sekarang mengadaptasi kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim. Misal, program bantuan operasional sekolah (BOS) yang mensinergikan kekuatan anggaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
"Program pendidikan 12 tahun dan biaya rehabilitasi gedung sekolah termasuk langkah terobosan yang dilakukan Jatim," tambahnya. (sm/sbh)
Terpopuler
1
Hukum Puasa pada Hari Nisfu Syaban
2
Sejumlah Amalan yang Bisa Dilakukan di Malam Nisfu Sya'ban
3
4 Amalan Ringan Tapi Bernilai Pahala pada Malam Nisfu Sya’ban
4
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
5
Prabowo Klaim Program MBG Ciptakan Satu Juta Lapangan Kerja
6
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
Terkini
Lihat Semua