Kiai Muchith: Pilkada, Tanda Bangsa Alami Krisis Ideologi
NU Online · Rabu, 20 Februari 2008 | 12:02 WIB
Fenomena pemilihan kepala daerah (pilkada) yang marak belakangan ini, merupakan tanda bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami krisis ideologi. Pasalnya, dalam hajatan pesta demokrasi lokal itu, partai politik seakan tak peduli ideologi apa pun saat mengusung calon jagoannya.
Pendapat tersebut dikemukakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchith Muzadi dalam perbincangan dengan NU Online di kediamannya di Jalan Kalimantan, Jember, Jawa Timur, akhir pekan lalu.<>
“Seorang calon bisa memilih partai apa saja yang bisa mengusung dirinya. Begitu pula sebaliknya, partai politik juga bisa memilih siapa saja calon yang dianggap cocok dan menguntungkan pihaknya,” terang kakak kandung KH Hasyim Muzadi itu.
Persamaan visi dan ideologi, kata Kiai Muchith, seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam wilayah politik praktis. Namun, hal itu tidak terjadi. Sebaliknya, pertimbangan materi yang justru lebih diutamakan.
Menariknya, ujar dia, fenomena tersebut juga terjadi pada sebagian kader NU. Mereka yang terjun di politik praktis, katanya, cenderung berpikir sempit dan jangka pendek. Visi dan misi perjuangan NU kerap ditanggalkan demi kepentingan politik sesaat.
“Kalau ini diteruskan, bisa berbahaya dan NU yang akan menderita kerugian,” tegasnya. (sbh)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
KH Nasaruddin Umar Mengaku Dapat Dorongan Maju Ketua Umum PBNU, Soroti Tantangan Kepemimpinan NU
Terkini
Lihat Semua