Warta

Kiai Nuril: Jangan Gentar Hadapi Wahabi

NU Online  ·  Rabu, 24 Februari 2010 | 07:19 WIB

Jakarta, NU Online
Warga Nahdliyin diminta tetap istiqomah menjaga tradisi ubudiyah menurut ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, meski banyak rintangan dan ejekan. Warga Nahdliyin diharapkan selalu tegar untuk menghadapi arus globalisasi yang juga berimbas pada wilayah ideologi.

"Kita sebagai warga Nahdliyin harus tetap mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, walaupun mendapatkan banyak hambatan. Kita tidak boleh menyerah kepada ancaman ideologi global yang sekarang sudah memasuki rumah kita sendiri," tutur Ketua Pengurus PUsat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU), KH AN. Nuril Huda ketika memberikan tausiyah dalam majlis tahlil untuk mendoakan Ketua PBNU alm. Rozy Munir di Gedung PBNU, Rabu (24/2).<>

Lebih lanjut Kiai Nuril -sapaan akrab KH AN. Nuril Huda, menjelaskan, banyak sekali teks-teks keagamaan dan sunnah Rasulullah SAW (teks Hadits) yang menyatakan bahwa umat Muslim harus mendoakan saudara-saudaranya yang lebih dahulu dipanggil Allah SWT.

"Dalam hadits Imam Muslim, Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita, jika melewati pemakaman hendaknya mendoakan umat Islam yang sudah dikubur di pemakaman. Nah kepada mereka yang tidak kita kenal di Kuburan saja kita diperintahkan mendoakan, maka apalagi kepada saudara-saudara atau teman dekat yang telah mendahului kita?," terang Kiai Nuril.

Selain itu, Kiai Nuril juga berpesan, hendaknya warga Nahdliyin seharusnya selalu memintya ampunah kepada Allah, baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat dan bangsanya.

"Allah SWT telah berjanji tidak akan menyiksa hambanya dengan menurunkan adzab di dunia selama manusia mendawamkan atau melanggengkan ber-istighfar (meminta ampunan) kepada Allah SWT," tandas Kiai Nuril. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang