Konferensi Mekah Rekomendasikan Bentuk Pusat Dialog Antar-Peradaban
NU Online · Sabtu, 7 Juni 2008 | 05:50 WIB
Sidang terakhir Konferensi Islam Internasional untuk Dialog (al-Mu’tamar al-Islami al-Alami lil-Hiwar), yang diselenggarakan di Mekah selama tiga hari (4-6/6) kemarin, meneguhkan pentingnya dialog antar-madzhab, antar-agama, dan antar-peradaban, sebagai bentuk investasi Islam bagi kedamaian umat manusia.
Para peserta konferensi meyakini, bahwa dialog dapat menjadi solusi utama atas pelbagai krisis yang menerpa umat Islam dan umat manusia di seluruh penjuru dunia selama ini. Dialog adalah konsep yang dikukuhkan oleh kitab suci Al-Qur’an dan disunnahkan oleh para Nabi.<>
Dialog dapat menjadi jembatan untuk proses saling mengenal dan memahami (ta’aruf) antar pelbagai pihak, sehingga dari proses itu timbul simpati dan empati (ta’aluf), saling tolong menolong (ta’awun), dan saling mengingatkan dalam kebenaran (tawashau bil haq). Inilah sejatinya (salah satu) pokok utama ajaran Islam sebagai agama penebar kedamaian dan rahmat untuk semesta alam.
Keputusan konfrensi yang dihadiri oleh sekitar 500 ulama dan cendikiawan Muslim dari seluruh penjuru dunia ini, sekaligus menegaskan citra dan posisi Islam di mata dunia internasional, bahwa Islam adalah agama damai dan terbuka, tidak seperti yang selama ini dipersepsikan oleh sebagian kalangan sebagai agama kekerasan, teror, dan anti-dialog.
Konferensi yang diprakarsai oleh Liga Dunia Islam (Rabithah al-’Alam al-Islami) itu juga merekomendasikan didirikannya pusat dialog antar-peradaban (markaz li tawashul bayna al-hadharat) sebagai media untuk saling mengenal dan mempererat hubungan antar peradaban-peradaban dunia, utamanya antara tiga agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.
Raja Saudi Arabia, Abdullah bin Abdul Aziz menyambut baik dan mendukung butir-butir kesepakatan konferensi. Raja Abdullah juga berencana akan segera mendirikan Pusat Internasional Raja Abdullah untuk Dialog Antar-Peradaban (Markaz al-Malik Abdullah al-Duali li al-Tawashul bayna al-Hadharat). (aljazeera/atj)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua