Lajnah Falakiyah PBNU Segera Luncurkan Mobil Observatorium Keliling
NU Online · Senin, 22 Februari 2010 | 11:08 WIB
Lajnah Falakiyah PBNU, perangkat organisasi di NU yang menangani bidang hisab dan rukyat, akan segera meluncurkan mobil observasi keliling yang diberi nama NUMO atau Nahdlatul Ulama Mobile Observatory atau Al-Marshodul Falaki Al-Jauli.
Mobil ini membawa seperangkat teleskop yang akan bergerak mengunjungi pesantren-pesantren. Kehadiran mobil ini diharapkan semakin memudahkan para santri mendapatkan pengetahuan mengenai astronomi.<>
Peluncuran akan diadakan di halaman kantor PBNU, Jalan Kramata Raya No 164, Jakarta Pusat pada 10 Maret 2010, pukul 19.00 WIB, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pramuktamar. Beberapa tamu dijadwalkan hadir antara lain menteri agama, menteri pendidikan dan menkominfo.
Pengenalan instrumen dilakukan langsung oleh Hendro Setyanto, Litbang Lajnah Falakiyah PBNU yang juga inisiator NUMO ini. Hendro, alumni astronomi ITB yang dulu nyantri di Pesantren Tebuireng Jombang ini sebelumnya bekerja di Observatorium Bosscha, Lembang.
Menurut Hendro, ide membuat observatorium sudah muncul bertahun-tahun yang lalu. Setelah melalui proses yang panjang mulai dari mengumpulkan informasi mengenai observatorium berjalan dan mendesain perangkat yang sesuai di mobil.
Mobil yang sebelumnya ia desain bernama Indonesia Mobile Observatory (IMO) dan beroperasi sejak bulan Mei 2009. Mobil observatorium pertama ini sempat memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).
Dengan NUMO, para santri tak harus berkunjung langsung ke Observatorium Bosscha atau Planetarium Jakarta. NUMO akan datang mengunjungi pesantren-pesantren. (nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua