Lazisnu-Lembaga Zakat Selangor Jalin Kerja Sama
NU Online · Sabtu, 27 November 2010 | 02:00 WIB
Tiga puluh delapan aktivis Lembaga Zakat Selangor, Malaysia, mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka diterima oleh para pengurus Lembaga Amil Zakat, infaq dan Shadaqoh NU (Lazisnu) di Gedung PBNU lantai delapan, Jumat (26/11).
"Kami mengetahui Lazisnu dari website. Meskipun Lembaga Zakat Selangor lebih tua daripada Lazisnu, tapi tidak berarti kami merasa tidak perlu belajar pada yang Lazisnu yang lebih muda, apalagi NU adalah ormas terbesar di Indonesia," ujar Zaharudin M Kadiron, Pengarah Urusan Lembaga Zakat Selangor (LZS), dalam sambutan mewakili rombongan.
/>
Zaharudin mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah Malaysia yang menjadikan zakat sebagai pengurang pajak memicu kutipan zakat semakin meningkat dari tahun ke tahun.
"Kebijakan pemerintah yang tepat menjadikan lembaga yang ada di masyarakat menjadi terbantu," tegasnya.
"Kami senang datang ke PBNU. Sambutannya hangat. Makan siang dengan ikan guraminya sangat sedap. Kami berharap Lazisnu mengadakan kunjungan balasan," tambah Zaharudin disambut dengan tepuk tangan.
Dalam kesempatan itu, Lembaga Zakat Selangor memberikan tali kasih berupa kerajinan tangan yang dibuat warga Selangor penerima bantuan LZS, serta uang tunai sebesar dua pulu lima ribu ringgit.
"Kami berterima kasih atas kunjungan dan bantuan Lembaga Zakat Selangor. Ini tali kasih yang sangat berharga. ini adalah kerja sama program yang akan diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Kami akan mengalokasikan untuk program NuPreneur. Semoga akan berlanjut dan lebih intensif lagi, serta ada timbal balik," kata H Amir Ma'ruf, direktur Lazisnu.
Amir menjelaskan, program NuPrenuer merupakan program utama dari Lazisnu, sehingga didahulukan untuk kerja sama dengan LZS.
"NuPrenuer adalah program pemberdayaan ekonomi mirko dari Lazisnu. Kami sedang melakukan uji coba di Ciamis, Serang, dan Bekasi. Program unggulan lainnya adalah NuSmart untuk pendidikan, NuCare untuk bencana alam dan kesehatan, NuSkill untuk ketrampilan dan ketenagakerjaan," jelasnya.
"Program tersebut didasari prolem utama bangsa, kemiskinan, pengangguran, dan kecilnya akses pendidikan yang layak buat kaum mustadl'afin," tambah Amir. (m)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua