Jakarta, NU Online
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) menyelenggarakan bedah buku, Senin (23/5) mengenai kontroversi seputar makam keramat Tanjung Priok. Dalam bedah buku yang diterbitkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) menghadirkan Tim Penulis dan Sejarawan JJ Rizal.
Bedah Buku yang diselenggarakan di Ruang Aula Utama Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta ini, Ust. Robby selaku pembedah menyatakan, Bedah Buku ini merupakan bagian dari sosialisasi hasil riset MUI mengenai makam Tanjung Priok.<>
"Hasil Riset MUI ini sudah melalui berbagai berbagai penghalusan karena menyangkut orang yang sama-sama kita hormati. Di mana persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan bersimpul menjadi satu," tutur Robby.
Lebih lanjut Robby menjelaskan, berkumpulnya aneka permasalahan inilah yang menjadikan persoalan makam Mbah Priok menjadi semakin rumit. Ditambah lagi dengan kepentingan ekonomi yang berada di balik semua hal itu.
Sementara iku, Ketua LD-PBNU yang bertindak sebagai pembanding menjelaskan, Sebenarnya praktik-praktik keagamaan yang dilakukan para jamaah saat berziarah tidaklah sepenuhnya salah.
"Kalaupun ada unsur-unsur kesalahan dalam ritual di tempat ziarah, bukan berarti ziarahnya yang dilarang. Namun pelurusan perlu dilakukan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana," tandas Kiai asal Cirebon ini.
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menghapus Sekat Sektarian di Tengah Umat
2
Kultum Ramadhan: Menjadi Manusia yang Bermanfaat bagi Sesama
3
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
4
Perang Iran dan Israel-AS Berdampak Global, Ketua Umum PBNU Desak Perdamaian
5
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua