LDNU Gelar Halaqah Dakwah Aswaja, Dua Menteri Direncanakan Hadir
NU Online · Selasa, 28 April 2009 | 09:01 WIB
Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kembali menggelar Halaqah Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di aula kantor PBNU, Jakarta, Rabu (29/4) besok dengan tema “Menggembangkan Peran Dakwah dalam Memantapkan Aqidah dan Kesejahteraan Umat.” Halaqah akan dihadiri sekitar 150 kader LDNU.
Rencananya dua menteri akan hadir, sekaligus menjadi pembicara dalam halaqah ini. Mereka adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy.<>
Menurut Ketua PP LDNU KH A. Nuril Huda, halaqah dimaksudkan untuk mengembangkan dakwah di bumi Nusantara terutama di lingkungan masyarakat transmigrasi, paa tenaga kerja, minoritas, dan kaum buruh.
“Kiai ingin menguatkan kembali Aswaja di tengah-tengah masyarakat terutama di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal. Makanya kita mengundang dan bekerjasama dengan dua menteri itu,” katanya.
Halaqah juga akan membahas lebih lanjut mengenai kerjasama antara LDNU dengan dua kementerian itu. Dikatakannya program pengkaderan dai di daerah dan tertinggal adalah salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat di daerah-daerah tersebut. Dalam hal ini forum-forum keagamaan selain menjadi sarana membimbing mental-spiritual, juga menjadi media komunikasi dengan masyarakat.
Menurut Kiai Nuril, program pelatihan dai transmigran sendiri sudah dimulai sejak 2007 di beberapa daerah transmigasi. PP LDNU telah mengadakan pelatihan dai transmigran secara bergilir di wilayah transmigrasi Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua
LDNU juga sempat mengkader para dai dan calon dai yang didatangkan langsung dari daerah-daerah transmigrasi. Pelatihan tahap pertama diadakan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
”Kita memilih para dai langsung dari sana karena para dai yang didatangkan dari luar daeah biasanya tidak betah. Para dai di daerah transmigran memang harus punya semangat juang yang tinggi,” katanya.
Program pelatihan kader dai transmigran di beberapa pondok pesantren akan dilanjutkan secara bergelombang. Rencananya akan dilakukan 7 gelombang yang masing-masing diikuti oleh 100 dai dan calon dai. Sementara pelatihan akan diadakan di pesantren-pesantren di Jakarta dan sekitarnya.
”Kita memilih pesantren karena pesantren ini adalah cikal bakal pendidikan Islam di Indonesia. Orang yang mantap ilmu keislamannya ada di pesantren. Sementara organisasi NU sendiri memang muncul dari pesantren,” kata Kiai Nuril. (nam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua