Lebanon dan Bosnia kini masuk sebagai anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Masuknya dua negara itu diharapkan dapat memperkuat pemerintahan mereka yang rapuh.
Dalam pemilihan yang digelar tanpa pertentangan, Majelis Umum PBB memilih Bosnia, Brasil, Gabon, Lebanon, dan Nigeria untuk menjadi anggota DK PBB periode 2010-2011. Kelima negara tersebut sebelumnya telah dipilih dalam kelompok regional mereka.<>
Dikutip melalui Reuters, Jum'at (16/10), terhitung mulai 1 Januari mereka akan menggantikan Burkina Faso, Kosta Rika, Kroasia, Libya, dan Vietnam sebagai anggota non-veto badan dengan 15 negara anggota itu.
Isu politik dan keamanan yang belum terselesaikan di Lebanon dan Bosnia menjadi subjek perhatian Dewan Keamanan. Di wilayah selatan Lebanon kini terdapat 12.500 pasukan penjaga perdamaian PBB, untuk membendung konflik dengan Israel. Sementara Bosnia yang diguncang perang saudara pada 1990an kini memiliki pasukan Uni Eropa.
"Pengalaman menjadi anggota Dewan Keamanan akan membantu memperkuat sistem pemerintahan nasional mereka, dan membuat mereka dapat mengambil keputusan dalam isu-isu internasional," ujar Duta Besar Inggris John Sawers mengenai Lebanon dan Bosnia.
Ada lima anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China. Sementara 10 negara yang dipilih secara sementara tidak memiliki hak veto.
Namun anggota terpilih memiliki kekuatan, karena resolusi di DK PBB membutuhkan sembilan suara dukungan, selama tidak ada veto dari anggota permanen.(min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua