LKKNU Gelar Workshop Reproduksi Remaja Berbasis Pesantren
NU Online · Kamis, 5 Agustus 2004 | 01:13 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Keluarga NU (LKKNU) melaksanakan Workshop Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Model Pesantren di Gedung PBNU (4-5 Agustus). Ini merupakan bagian dari program Adolescent Reproductive Health (Kesehatan Reproduksi Remaja) yang dijalankan LKKNU.
Penyusunan model ini diperuntukkan bagi para fasilitator yang akan mendampingi anak sekolah yang tinggal di pesantren atau kegiatan dalam konteks pertemuan sekolah. Artinya sesi-sesi proses belajar harus disesuaikan dengan pertemuan-pertemuan di pesantren atau kegiatan lain di sekolah maisng-masing.
<>Pembahasan meliputi pendidikan sebaya, pendidikan konselor, My body is mine, seksualitas, Penyakit Seks Menular dan dampaknya, kehamilan, persalinan, dan pasca melahirkan, Napza (Narkoba, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif, life skill dan masing-masing dari pembahasan tersebut terdiri dari tiga sampai enam sub topik.
Sebagai bagian dari program Adolescent Reproductive Health, mereka telah melaksanakan survey dan pendataan di pesantren yang berlokasi di Bangil dan Cirebon. Pendataan ini untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan reproduksi remaja. Program ini didukung oleh ICOM dari Malaysia dan juga Yayasan Kusuma Bangsa untuk menjaga keobyektifitas penelitian
Di Cirebon mereka melakukan survey di di Ponpes Babakan, Arjawinangun, sebagai kelompok pesantren study sedangkan Pesantren Buntet dan Kempek sebagai Pesantren Kontrol. Masing-masing kelompok menggunakan 150 responden.
Materi wawancara meliputi seputar KB, kesehatan reproduksi, Narkoba, hubungan keluarga, teman, guru, dll. Tidak semua pesantren menerima dengan tangan terbuka, demikian juga dengan para santri, ada yang terbuka, malu-malu sampai yang tertutup.
Program kesehatan reproduksi remaja ini sangat penting karena remaja adalah masa usia kritis sehingga mereka membutuhkan sahabat atau teman untuk curhat guna menghadapi persoalan-persoalan yang mereka hadapi dimana sebelumnya belum pernah mereka alami.(mkf)
Â
Terpopuler
1
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
2
Esok Puasa Tasu'a, Raih 4 Keutamaannya
3
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
4
Rais Aam PBNU Kiai Miftach Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
5
Di Penutupan Munas-Konbes NU, Prabowo Sampaikan Kebocoran Kekayaan Negara
6
Gus Yahya: Muktamar Digelar 1-5 Agustus 2026 di Tempat yang Akan Disepakati Bersama
Terkini
Lihat Semua