Brasilia, NU Online
Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan, negaranya akan mengambil langkah baru sebagai upaya pengembangan sumber daya energi menjadi salah satu kekuatan dunia menyusul negara-negara lain yang sudah dulu menjadikan sektor energi negaranya sebagai basis kekuatan ekonomi.
Dalam pernyataannya seperti disiarkan salah satu pemancar radio Brazil, Lula mengatakan, negaranya sudah punya materi yang cukup untuk memproduksi minyak dengan sejumlah perusahaan hidroelektrik, yang saat ini beroperasi menggunakan alkohol di perusahaan termoelektrik dan biodiesel dalam memproduksi minyak gas.
�Ini merupakan kesepakatan-kesepakatan dari Badan Kebijakan Energi Nasional berdasarkan fakta bahwa Brazil memiliki teknologi yang lebih maju di seluruh dunia untuk memproduksi alkohol dan menjadi negara utama yang memproduksi biodiesel,� ungkap Presiden Lula.
Prenza Latina melaporkan, menurut rencana sebelum tahun 2008, Brazil akan memproduksi dalam jumlah kuantitas gas yang sebanding dengan Bolivia, yang menjadi salah satu negara pemasok gas terbesar di dunia berikut produksi alkoholnya. Selain itu Brazil juga menganggap Bolivia sudah lebih maju dengan menggunakan alkohol di sejumlah perusahaan termoelektrik.
�Sejauh ini, negara tersebut (Bolivia) telah mengimpor alkohol dan sekarang sedang mengkonsumsi produk itu secara internal, mengingat negara itu juga memberikan porsi lebih besar pada kemandirian sumber energinya,� terang Lula.
Presiden Lula juga mengungkapkan bahwa sejumlah pabrik kecil yang menghasilkan diesel di negaranya seperti bahan bakan dari minyak kastor, pohon palem, kecap kedelai, bunga matahari, dan biji-biji katun, sudah beroperasi dan bekerjasama dalam menjalankan proyek-proyeknya dengan Perusahaan Petrobras. (dar)
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua