Ma'arif Kudus Gali Potensi Pelajar NU Melalui Porsema
NU Online · Senin, 24 Mei 2010 | 22:19 WIB
Guna menggali potensi pelajar Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kudus menggelar kegiatan Pekan Olah dan seni Ma’arif (Porsema) dan Olympiade Sains ke-NU-an tingkat MI/SD, SLTP dan SMA/MA/SMK. Sekitar 1869 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung dua hari mulai Ahad hingga Senin (23-24/5).
Diantara cabang lomba yang dipertandingkan berjumlah 24 cabang meliputi 7 cabang olahraga, 5 cabang seni dan 12 lomba keterampilan dan pengetahuan akademik.<>
Cabang Olahraga meliputi lomba Bola Voli, lari 5 km, lari sprint, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, dan pencak silat. Pada bidang seni meliputi MTQ, Cerdas Cermat Aswaja, kaligrafi, puisi religi, pidato, karaoke qosidah, rebana dan reportase. Sementara olympiade melombakan materi ke NU an, IPA, Matematika, Fisika, biologi dan kimia.
Sekretaris PC LP Ma’arif Kudus Slamet Rahardjo mengatakan kegiatan Porsema ini sebagai wahana penyalur bakat, minat, pengetahuan dan ketrampilan pelajar Ma’arif Kudus.
“Melalui porsema, pelajar NU harus mampu membentuk generasi muda penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani,” tandasnya kepada NU Online.
Selain itu, lanjut Slamet, kegiatan yang diikuti 213 sekolah ini sebagai ajang seleksi membentuk kontingen PC LP Ma’arif Kudus pada Porsema tingkat jawa tengah yang akan dilaksanakan 21-24 Juni 2010 di Semarang.
“Hasil juara ini nanti, kami bisa mengambil yang terbaik untuk kita kirim pada tingkat Jawa Tengah nanti,” ujarnya.
Sementara itu, SMA NU Al-Ma’ruf berpeluang merebut juara umum Porsema tingkat Kudus. Sampai berita ini ditulis, SMA AL-Ma’ruf sudah mengantongi 11 medali emas, sementara masih ada beberapa cabang olah raga masih dipertandingkan. (adb)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
4
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
5
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
6
CELIOS: 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Rakyat, Indonesia Menuju Republik Oligarki
Terkini
Lihat Semua