Meski saat ini makam mantan presiden KH Abdurrahman Wahid menjadi makam yang paling fenomenal dalam keseharian warga Nahdliyin, namun bukan berarti makam-makam wali lainnya menjadi sepi peziarah. Bahkan makam para wali yang bukan dianggap sebagai bagian dari Walisongo pun tetap ramai dikunjungi.
Selain Walisongo, selain salah satu di antara makam wali yang tetap ramai dikunjungi adalah makam KH Mutamakkin di Kajen Pati. Setiap hari, pengunjung selalu datang silih berganti untuk berdoa di depan pusara waliyullah keturunan Sunan Kudus ini.
/>
"Di sini pengunjung tidak pernah berhenti sepanjang hari. Karenanya, area makam juga di buka selama 24 jam sehari semalam. Memang tidak seramai makam Walisongo, tetapi tiap hari ada saja pengunjung, baik dari warga sekitar Pati maupun tamu dari jauh," tutur Akhlis, salah seorang santri di Pondok Pesantren Kulon Banon kepada NU Online, Sabtu (6/3). Pondok Pesantren Kulon Banon berjarak kurang lebih lima puluh meter dari makam KH Mutamakkin.
Menurut Akhlis, selain masyarakat biasa, tak jarang para peziarah adalah tamu-tamu penting dari berbagai daerah. tamu-tamu seperti ini biasanya datang dengan rombongan mobil-mobil pribadi, dan beberapa di antaranya memakai pakaian dinas pegawai.
"Sedangkan Tamu Nahdliyin yang santri, biasanya terdiri dari rombongan majlis ta'lim. Mereka biasanya dipimpin oleh seorang ulama. Banyak juga rombongan para santri pelajar yang dipimpin oleh seorang ustadz," terang Akhlis. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan
4
Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua