Warta

Maksimalkan Pengkaderan, PP IPNU Gelar Rapat Pleno

NU Online  ·  Ahad, 24 Januari 2010 | 09:51 WIB

Bogor, NU Online
Untuk memaksimalkan pengkaderan di semua level organisasi, Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar Rapat pleno di Bogor, Sabtu (23/1). Rapat pleno ini sekaligus membahas dan sekaligus mengkritisi beberapa isu penting yang terkait dengan organisasi, seperti, Pembahasan AD-ART tentang jabatan rangkap, batas usia pengurus pusat.

Rapat Pleno ini menghasilkan kesepakatan bahsa pengurus pusat harus memperhatikan pengkaderan dengan seksama, termasuk menekankan pentingnya ketaatan pada aturan organisasi. Rapat Pleno juga menyepakati untuk membangun disiplin organisasi dan menetralisir organisasi dari faktor-faktor yang menghambat kaderisasi.<>

Salah seorang fasilitator rapat, Caswiyono menegaskan, dirinya memulai gerakan kaderisasi ini dengan menyatakan mundur dari kepengurusa. “Mulai detik ini saya nyatakan mundur demi membangun disiplin dan konsistensi berorganisasi,” tegas Caswiono.

Namun beberapa senior pengurus PP IPNU justru berkomentar sebaliknya, mereka menyatakan menolak tafsir baru, yang bisa berujung “kekosongan kepengurusan"di tubuh PP IPNU. Hal ini dikarenakan, hampir setengah dari pengurus PP IPNU diisi oleh kader-kader yang berusia “lebih dari cukup”.

Selain itu, rapat pleno juga membahas pentingnya P IPNU membangun  3 tonggak pengkaderan secara seimbang, yakni ontologi, epistimologi dan aksiolologi pengkaderan.

"Bangunan ontologi ini sangat penting untuk menanamkan ide Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) ke dalam pemahaman para kader IPNU. Kemudian epistimologinya menjelaskan sistem dan mekanisme apa yang harus di lakukan untuk menjelaskan ide-ide ke-NU-an dan ke-Aswaja-an. Selanjutnya secara aksiologi berusaha mengimplementasikan dalam praktek pengkaderan," tutur salah seorang pengurus, Muhammad Najib, kepada NU Online, Ahad (24/1).

Ketua Umum PP IPNU, Ahmad Syauqi menjelaskan, acara yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini memberi kesan dan pesan positif dan revolutif bagi keberlangsungan organisasi dan pengkaderan wadah pelajar NU.

“Semua diluar perkiraan, karena sebenarnya niatan awal hanya untuk up-grading dan lokakarya hasil kongres Brebes, ternyata lebih dari yang di harapkan, luar biasa!, tegas Ahmad Syauqi, ketika memberi kata penutup terkait dengan perkembangan acara di akhir rapat. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang