Maria Ulfah: Indonesia dalam Ancaman Kehilangan Generasi
NU Online · Rabu, 22 Desember 2010 | 10:30 WIB
Indonesia terancam mengalami loss generation di masa mendatang. Penyebabnya, 24% (26 juta anak) Indonesia nyaris termasuk dalam kelompok rawan gizi. Ini perkara serius yang harus diperhatikan secara khusus,
Demikian dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshori, pada refleksi akhir tahun perlindungan anak di Indonesia, siang tadi (22/12) di hotel Ibis, Jakarta.
<<>;br /> KPAI, kata Maria Ulfah, mengingatkan kepada para pemangku penyelenggara perlindungan anak untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan melakukan tindakan segera untuk mengatasi permasalahan tersebut secara efektif dan komperhensif.
“Hasil sensun penduduk 2010 yang diumumkan presiden tanggal 16 Agustus 2010 pada saat pidato kenegaraan, berjumlah 237,65 juta jiwa, perarti perkiraan penduduk BPS bahwa tahun 2015 berjumlah 237 jiwa telah tercapai di tahun 2010. Dengan demikian, jumlah anak yang haru dilindungi menjadi 84 juta jiwa di tahun 2010 atau 1,5 juta lebih banyak dari RPSJM 2009-2014,” jelas Maria yang mantan Ketua Umum PP Fayatat NU.
Dengan demikian, kata dia, skenario pemenuhan hak anak di semua bidang harus disesuaikan dengan hasil sensus penduduk 2010 dam hal itu sudah harus direalisasikan dalam APBN-Perubahan 2011. (hh)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua