Warta

Masdar: Masjid NU Harus Pertahankan Tradisi Aswaja

NU Online  ·  Selasa, 23 Februari 2010 | 02:56 WIB

Jakarta, NU Online
Para Pengurus masjid yang bertradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) harus tetap mempertahankan ciri ke-NU-an untuk menghindari penyusupan faham-faham non-Aswaja. Bahkan jika perlu, warga Nahdliyin dapat memasang logo-logo (simbol-simbol) ke-NU-an pada masjid-masjid yang mereka kelola.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi dalam ceramahnya di hadapan ribuan jamaah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren al-Kenaniyah Pulomas Jakarta Timur, baru-baru ini. Menurut Masdar, dalam hal ini pengurus masjid dapat bekerjasama dengan pihak lain untuk menjadi sponsor bagi pembuatan dan pemasangan logo-logo ke-NU-an tersebut.<>

"Salah satu yang terpenting dari simbol atau ciri khas masjid-masjid NU adalah pemakaian tongkat bagi khotib ketika sedang khutbah dan adanya bedug atau kentongan yang dipukul sebagai tanda masuknya waktu sholat sebelum adzan dikumandangkan," terang Masdar.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk memperjelas simbol NU pada sebuah masjid, kata Masdar, adalah dengan membuat jadwal waktu sholat dengan menyertakan logo NU di sampingnya. Termasuk dengan memajang almanak NU di dinding masjid.

"Dengan pemasangan simbol-simbol NU, maka orang lain akan berpikir seribu kali sebelum ingin merebut masjid-masjid NU. Karena jika ada orang lain yang merebut masjid dengan simbol NU dan mengganti dengan amaliayah-amaliyah non-Aswaja, tentu tentu lembaga-lembaga NU akan terlibat untuk mempertahankannya," tandas Masdar yang juga banyak diprediksi sebagai salah satu calon kuat kandidat ketua umum PBNU pada muktamar mendatang. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang