Mbah Hasyim Ajarkan Relasi NU dan Pesantren
NU Online · Jumat, 17 Juni 2011 | 23:10 WIB
Jakarta, NU Online
"Kiai Hasyim tidak pernah secara khusus memerintahkan santrinya masuk NU. Beliau tidak pernah mengajak-ajak santrinya masuk NU meski begitu kenyataanya semua santri beliau masuk NU," kata Kiai Muchith Muzadi saat ditemui Tim Riset PBNU dalam rangka menyambut Harlah NU di kediamannya, Jember, 16 Juni 2011.
Bahkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Kalimantan Selatan, KH. Idham Cholid pernah mendeskripsikan Nahdlatul Ulama sebagai pesantren besar sedangkan pesantren adalah NU kecil.
<>
Peran penting pesantren ini juga menginspirasi Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj perlunya mengajak NU kembali ke pesantren. Kedua tokoh tersebut ingin menegaskan adanya keterikatan antara pesantren dan Nahdlatul Ulama.
Jauh sebelum kedua tokoh tersebut, Hadratussyaikh Hasyim Asyari secara implisit juga menginginkan adanya keterikatan antara NU dan Pondok Pesantren.
Para santri Tebuireng saat itu mengetahui posisi penting Kiai Hasyim Asyari dalam struktur NU. Namun Kiai Hasyim Asyari menempatkan santri Tebuireng tetaplah santri yang harus berkonsentrasi pada tugas utama studi ilmu keagamaan dan hikmah.
"Kalaupun Kiai Hasyim berbicara tentang ke-NU-an, biasanya sepulang dari Muktamar NU. Kami para santri dikumpulkan, lalu beliau menjelaskan apa yang terjadi di muktamar. Itu saja," lanjut Kiai Muchith yang sempat merasakan menjadi santri Mbah Hasyim selama 5 tahun.
Kiai Hasyim Asyari tampak menginginkan santri Tebuireng masuk NU bukan karena pribadi Kiai Hasyim Asyari. Namun masuk NU karena kesadaran signifikansi NU sebagai instrumen memperjuangankan kepentingan masyarakat pesantren.
"Konsep beliau dalam soal ini sangat hebat. Seperti halnya soal nasionalisme, beliau sangat Indonesia. Cinta beliau dicurahkan pada negara Indonesia bukan kepada Pemerintahnya," tegas Kiai Muchith menutup penuturannya.
Penulis: Emha Nabil Haroen
Sumber: Tim Riset LTN PBNU
Â
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua