Warta

Mbah Muchit: Boleh Saja Politisi Jadi Ketua NU

NU Online  ·  Senin, 25 Mei 2009 | 09:03 WIB

Jember, NU Online
Mencuatnya beberapa politisi dalam bursa pemilihan Ketua PCNU Jember Jawa Timur dalam Konferensi Cabang (Konfercab) pada 7 Juni mendatang, disikapi dingin oleh Mustasyar PBNU KH Muchit Muzadi.

Menurut Mbah Muchit –sapaan akrabnya—sebenarnya tidak ada masalah siapapun yang kelak terpilih sebagai ketua PCNU Jember, asalkan tidak menjadikan organisasi sebagai tunggangan politik.<>

Ditegaskannya, NU bukan organisasi politik, sehingga kalau menyeret organisasi NU ke ranah politik berarti menyalahi khittah. “Pengurus (NU) harus menjadikan NU sebagai rumah. Bukan sebagai kendaraan,” terang Mbah Muchit kepada NU Online di rumahnya, Jember, Sabtu (23/5) kemarin.

Mbah Muchit berharap agar Konfercab kelak benar-benar menghasilkan kepengurusan yang mampu mengemban dan melaksanakan tugas-tugas NU dengan baik. Dikatakannya, tugas NU di bidang sosial kemasyarakatan cukup banyak dan butuh perhatian semua pihak. “Juga menegakkan ajaran Islam ala ahlissunnah wal jama’ah,” jelasnya.

Kendati demikian, Mbah Muchit mengakui bahwa NU dan politik memang cukup dekat. Apalagi NU pernah menjadi partai politik. Tapi ketika Khittah NU sudah menjadi kesepakatan bersama, maka politik harus disapih dari tubuh NU. “Ya, urusan politik diserahkan ke masing-masing individu warga NU. Bukan lembaga,” jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini mencuat dua nama politisi yang disebut-sebut bakal meramaikan pemilihan ketua NU Jember dalam Konfercab mendatang. Yaitu Gus Mamak dan H Saiful Islam (anggota FKB DPRD Jawa Timur). Saat ini, selain menjadi Ketua DPRD Jember, Gus Mamak juga dikenal sahabat karib Bupati Jember, MZA. Djalal.

Konon, Gus Mamak juga sudah membentuk tim sukses untuk menggolkan keinginannya. Sedangkan dari pihak non politisi muncul nama KH Abdullah Syamsul Arifin dan H Sofyan Tsauri. Keduanya adalah pengurus PCNU Jember. (ary).

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang