Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, untuk meningkatkan kualitas beragama masyarakat, maka tenaga penyuluh agama perlu diberdayakan. Mereka harus secara aktif memberikan bimbingan, penyuluhan dan pengayoman bagi umat beragama dan menjalin kerja sama dengan para pemuka agama dan majelis agama.
Rumah-rumah ibadah, katanya, harus berperan dalam aspek keagamaan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan umat beragama. “Institusi-institusi sosial keagamaan untuk secara bersama-sama membina umat beragama agar mengimplementasikan ajaran agamanya, baik pengamalan agama atau ibadah yang bersifat individual maupun sosial,” jelas Maftuh dalam siaran pers yang diterima NU Online, Senin (24/3).<>
Menag menilai, kerukunan umat beragama merupakan salah satu kunci terwujudnya ketanahanan nasional. Kondisi bangsa yang serba beragam dalam berbagai dimensinya jelas menjadi tantangan tersendiri. Konflik yang bermotifkan agama atau berpotensi mengatasnamakan agama, sekecil apa pun harus diantisipasi sedini mungkin. Potensi konflik juga dapat terjadi pada pemeluk yang sama karena berbeda aliran atau paham keagamaan.
Akhir-akhir ini, kata Maftuh, dirasakan adanya ketegangan hubungan pemeluk agama karena kemunculan sejumlah aliran atau paham keagamaan yang berbeda dengan paham keagamaan yang umum. Sejumlah kasus aksi kekerasan, main hakim sendiri dan tudingan sesat menyesatkan masih terjadi dibeberapa daerah.
“Melihat kecenderungan kehidupan beragama yang rentan konflik, kita harus memikirkan suatu sistem antisipasi dini yang dapat diterapkan sebagai instrumen peringatan. Keberadaan forum-forum kerukunan di setiap daerah dapat berfungsi sebagai radar pemantau potensi konflik sebagai peredam eskalasi konflik dan sekaligus sebagai forum penyelesaian dini,” terangnya.
Reformasi birokrasi secara menyeluruh, kata Menag, harus dirumuskan dan diterapkan secara bertahap dan konsisten di lingkungan Departeman Agama (Depag). Tak kalah pentingnya adalah pembangunan etika birokrasi dan kesadaran diri sebagai aparatur Depag dengan menguatkan komitmen dan integritas terhadap tugas dan fungsi. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua