Jakarta, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman menyatakan bahwa keberadaan MUI perlu dipertahankan karena bertugas meluruskan persepsi ummat tentang masalah-masalah dalam agama Islam.
Masalah yang menjadi perhatian MUI adalah masalah akidah yang menyangkut kepercayaan yang dianggap sesat, bukan masalah yang sifatnya syariah yang memang banyak pendapat atau khilafiyah.
Tugas ini juga bukan tanggung jawab MUI semata, tetapi juga melibatkan pemerintah untuk mensosialisasikan apa yang sudah diputuskan MUI dan dalam pelaksanaanya tidak boleh menggunakan kekerasan.
āDalam salah satu keputusannya ada ketetapan bahwa untuk mengajak ke jalan yang lurus, tidak boleh menggunakan cara-cara kekerasan,ā katanya.
Karena itu, Rais Syuriyah PBNU ini berpendapat bahwa kekerasan agama yang terjadi belakangan ini bukan karena disebabkan oleh fatwa MUI. āSetelah reformasi, Indonesia mengulang posisi transisi kehidupan sosial masyarakat yang menimbulkan kekerasan dalam berbagai bentuk,ā tuturnya.
Karena itu, kekerasan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dari masalah pilkada, politik, dan masalah lainnya. Kekerasan juga memiliki banyak bentuk. āKekerasan dilakukan oleh rakyat, pemimpin menggunakan bahasa yang kasar sampai dengan perpecahan dikalangan para kiai,ā imbuhnya.
Mengenai masalah Ahmadiyah, Hafidz berpendapat fatwa yang dikeluarkan saat ini adalah penegasan kembali fatwa yang sudah dikeluarkan pada tahun 1980. Kesesatan Ahmadiyah yang mengakui adanya nabi setelah nabi Muhammad ini juga diputuskan oleh Rabithah Alam Islami Makkah. Menerutnya, yang penting saat ini adalah ketegasan pemerintah menyelesaikan ini. (mkf)
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
4
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
5
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
6
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
Terkini
Lihat Semua