Menag: Pelayanan Penerbangan Haji Masih Mengecewakan
NU Online · Rabu, 1 Desember 2010 | 10:39 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui pelayanan penerbangan jamaah haji Indonesia masih mengecewakan karena terjadi beberapa kali keterlambatan. "Mengecewakan karena masih terjadi keterlambatan di sana-sini," katanya ketika menjawab wartawan di sela acara silaturahim dan pemantapan konsolidasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Sumatera Utara di Medan, Selasa (31/11).
Menag mencontohkan, maskapai penerbangan Arab Saudi beberapa kali mengalami keterlambatan ketika memberangkatkan jamaah calon haji di embarkasi Batam. "Itu beberapa kali (terjadi keterlambatan pemberangkatan) termasuk yang dialami jamaah dari Bekasi,Jawa Barat," katanya.
gt;
Kondisi yang tidak jauh berbeda, menurut Suryadharma Ali, juga terjadi dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia. "Garuda juga mengecewakan kita karena keterlambatan pemulangan dari Jeddah ke Jakarta. Luar biasa terlambatnya. Saya sendiri terlambat sekitar sembilan jam, sekjen saya (Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, red) bahkan harus terlambat 27 jam. Ada juga staf lain yang terlambat selama 24 jam. Mau apa lagi," ujarnya.
Namun demikian, Suryadharma memastikan pihaknya akan menyampaikan teguran resmi dan meminta pertanggungjawaban kedua maskapai tersebut. "Nanti akan disampaikan teguran resmi. Kita akan sampaikan permintaan pertanggungjawaban, mengapa terjadi keterlambatan seperti itu," ujarnya.
Ketika ditanyakan perihal kompensasi, menurut Menteri Agama, semestinya harus ada jika terjadi keterlambatan hingga 24 jam. "Mestinya harus ada (kompensasi), orang telat 24 jam, meskinya ada penginapan, makan juga. Tak terbayangkan keterlambatan begitu lama dan bila terjadi keterlambatan itu sangat melelahkan," ujarnya.
Terkait sanksi, Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku masih melakukan kajian. "Belum bisa kita katakan sekarang, karena apa yang terjadi saat ini, kita tidak bisa serta merta menjatuhkan sanksi," katanya. (ant)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua