Militer Amerika Serikat membakar ribuan Injil di Afghanistan. Namun aksi itu bukan menentang agama, melainkan untuk membantah tudingan bahwa kitab suci itu akan digunakan untuk menyebarkan agama Kristen.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS Letnan Kolonel Mark Wright mengatakan, aturan militer AS melarang tentaranya melakukan aktivitas agama yang dapat dicurigai melakukan penyebaran agama seperti. Demikian dikutip oleh kantor berita CNN, Rabu (20/5).<>
Wright menandaskan, aktivitas keagamaan dapat membahayakan nyawa pasukan dan kalangan sipil di negara Muslim seperti Afghanistan.
"Keputusan itu dibuat sebagai 'usaha perlindungan' dengan membuang (injil) itu karena dikhawatirkan akan diartikan negatif oleh masyarakat Afghanistan dengan menuduh pemerintah AS berupaya untuk mengubah keyakinan warga," ungkapnya.
Tahun lalu siaran bahasa Inggris stasiun televisi Al-Jazeera melaporkan, beberapa tentara AS membagikan injil yang sudah diterjemahkan dalam dua bahasa Afghanistan itu kepada penduduk lokal. Namun film dokumenter itu dibantah militer AS di Afghanistan dengan berargumen bahwa injil itu digunakan untuk kebutuhan internal tentara.
Injil-injil itu dikirim oleh sebuah gereja di AS pada tahun lalu dengan tujuan pangkalan udara AS di Bagram. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua