Modal Politik yang Semakin Terkikis
NU Online · Selasa, 8 Juni 2010 | 08:19 WIB
Bernostalgia terhadap kejayaan masa lalu memang selalu mengasyikkan, hal yang sama juga dilakukan oleh para petinggi PKB yang sampai saat ini terus dilanda masalah sehingga perolehan suaranya dari waktu ke waktu semakin surut.
Jika mengaca pada pemilu 1999, itulah kala pertama PKB ikut pemilu dengan perolehan suara besar. Meskipun partai baru, tetapi ia memperoleh suara tiga besar setelah PDIP dan Golkar. Ini dikarenakan PKB memiliki empat modal politik yang sangat besar.<>
Sekjen PKB Lukman Edy menuturkan, modal pertama yang dimiliki adalah kuat secara kultural karena para kiai memiliki satu visi dengan Gus Dur sebagai patronasenya.
Selanjutnya, PKB juga memiliki faktor sejarah kejuangan NU yang selalu mendukung nasionalisme, Pancasila dan NKRI sehingga mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Faktor ketiga adalah para aktifisnya yang berlatar belakang wartawan, LSM dan sektor non formal masih bersatu karena mengalami nasib yang sama saat ditindas oleh rezim Orde Baru.
“Ini menjadi perekat yang luar biasa untuk berjuang membesarkan PKB,” katanya.
Terakhir, PKB juga mendapatkan dukungan eksternal yang besar sekali karena menjadi harapan banyak kalangan untuk mampu memperjuangkan kepentingan mereka, apalagi dengan Gus Dur sebagai panglimanya.
Konflik yang melanda mulai terasa pengaruhnya pada pemilu tahun 2004, tetapi paling signifikan pada pemilu 2009, dengan raihan suara kurang dari 5 persen. Jika ditelisik lebih lanjut, banyak hal sudah hilang dari PKB seperti simbol patronase yang ada dalam diri Gus Dur, solidaritas pengurus dan aktifisnya serta kepercayaan fihak eksternal. Tak mungkin fihak eksternal mau menitipkan visinya pada partai yang sedang dilanda masalah.
Kini, masa depan PKB tergantung pada diri para pengurusnya, apakah ada kerelaan dari masing-masing individu pengurus partai untuk mengembalikan kejayaan partai, dengan sedikit pengorbanan yang mereka lakukan? (mkf)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua