Muktamar Tarekat Se-Dunia Akan Digelar di Libya
NU Online · Kamis, 16 Desember 2010 | 02:04 WIB
Tiga hari Rapat Akbar World Tassawof Office (WTO) digelar, 12-14 Desember lalu, akhirnya forum selesai membicarakan agenda penyelenggaraan Muktamar Tarekat se-Dunia II. Usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar muktamar diselenggarakan di Indonesia belum bisa diterima. Forum sepakat bahwa muktamar tersebut akan dihelat di kota Tripoli, Libya, tepatnya pada tanggal 8-12 Rabi'ul Awal 1432 H mendatang.
"Keputusan ini dipilih mengingat negara Libya belum pernah menggelar acara Akbar seperti ini semenjak 15 tahun yang lalu," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj usai rapat dengan segenap pengurus WTO, Selasa (14/12).<>
Sebelumnya pihak PBNU mengharapkan agar Muktamar Tarekat se-Dunia II bisa diselenggarakan di Indonesia. Hal tersebut telah diusulkan oleh pihak PBNU dalam forum WTO dengan alasan-alasan yang cukup logis dan meyakinkan. Namun, saat mengambil keputusan forum menilai sebaiknya muktamar diselenggarakan di Libya saja.
Forum juga telah merampungkan panitia penyelenggara muktamar. Diantara panitia tersebut terpilih Ketum PBNU, KH.Said Aqil Siradj sebagai staf Lajnah Ilmiyah, bertugas mensukseskan agenda-agenda muktamar. Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Zakki Mubarok terpilih sebagai team perumus muktamar. Sedangkan pimpinan majalah Sabili, Luthfi A.Tamimi terdaftar sebagai team yang menangani media dan informasi (Lajnah I'lamiyah).
Muktamar yang disponsori oleh World Islamic Peoples Leadershif (WIPL) itu nantinya akan menghadirkan tokoh-tokoh tarekat dari seluruh penjuru dunia.
Muktamar yang telah dimulai sejak tahun 1995 ini akan mengangkat tema "Tassawuf dan Tantangan Di Era Globalisasi". Rencananya akan diisi dengan berbagai acara berbasis spiritual seperti dzikir bersama, seminar-seminar dengan tema kontemporer, dan Tabligh Akbar. Disamping itu, pemimpin revolusi Libya sekaligus pimpinan umum WIPL, Letkol Muammar Khadafi nantinya akan memberikan tausiah singkat kepada muktamirin. (sal)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua