Muktamar Thariqah Diramaikan “Warna Biru”
NU Online · Rabu, 11 Januari 2012 | 01:26 WIB
Malang, NU Online
Satu hari menjelang pembukaan Muktamar XI Jam’iyyah Ahlilth Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah, Selasa (10/1), suasana semakin meriah. Jalan-jalan menuju lokasi utama, Pondok Pesantren Al Munawwariyah, Bululawang, Malang, dipenuhi dengan bendera, spanduk dan umbul-umbul.
Namun yang paling menarik adalah warna biru Partai Demokrat. Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Dewan Pembina partai biru ini dimanfaatkan oleh para kader untuk memasang bendera partai dan ucapan selamat atas kehadiran Sang Presiden dan Ibu Negara.<>
Ucapan selamat dengan back ground warna biru dan lambang Partai Demokrat dipasang bersama foto presiden dan ibu negara dalam ukuran besar. Beberapa diantaranya dipasang dengan menyertakan lambang Jam’iyyah Thariqah.
Sekretaris Panitia Muktamar XI Jam’iyyah Thariqah Hamdani Mu’in mengatakan, pihaknya tidak mengistimewakan salah satu partai politik dalam kegiatan lima tahunan ini. Panitia mengundang dan menyilahkan semua partai politik untuk hadir dalam acara pembukaan muktamar.
“Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan persoalan politik praktis. Kehadiran presiden pun hanyalah karena faktor kedekatan beliau dengan Habib Lutfi (Rois Aam Jatman: Red),” kata Hamdani yang juga Wakil Sekjen Idaroh Aliyah (pengurus besar) Jatman.
Muktamar XI Jatman akan dibuka oleh Presiden SBY pada Rabu (11/1) siang. Presiden akan didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Agama Suryadharma Ali. Kegiatan Muktamar yang berlangsung hingga empat hari ke depan juga akan diisi dengan ceramah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dan dua menteri koordinator, Menkopolhukam Joko Suyanto dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Penulis : A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua