Muncul Istilah Figur Luar dan Figur Dalam
NU Online · Rabu, 24 November 2010 | 02:08 WIB
Menjelang pelaksanaan Kongres Gerakan Pemuda Ansor di Surabaya pada akhir Desember mendatang, sorotan tertuju pada pergantian pucuk pimpinan di tubuh organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Wahyudin Ghozali S.Sos, pengurus pusat GP Ansor pada acara pengukuhan dan pelantikan Satkorcab Banser dan 3 lembaga yaitu lembaga Bantuan Hukum, Pers dan Jurnalistik serta lembaga Intelektual Muda Ansor kabupaten Tegal di gedung NU Slawi, Senin (22/11) mengungkapkan, perebutan kursi Ketua Umum GP Ansor, mengerucut pada 2 kekuatan yakni figur luar dan figur dalam.
/>
“Figur luar artinya mereka yang bukan pengurus Ansor pusat periode sekarang, diantaranya Nusron Wahid, Marwan Jafar dan Saeful Tamlikho. Sedang figur dalam adalah Khotibul Umam Wiranu dan Malik Haramain, “ jelasnya.
Dikatakannya, perhelatan kongres Ansor yang rencananya digelar pada 23-27 Desember di Surabaya, persainganya begitu ketat karena di belakangnya ada parpol pendukung untuk kepentingan mendulang suara pada pemilu mendatang.
“Saya tidak usah menyebut parpolnya, orang sudah mafhum, dari figure yang ada parpol mana yang menjadi pendukungnya, “ kata Wahyudin menceritakan peta kongres Ansor saat ini.
Menurut persepsi Wahyudin, dari figur yang ada, dukungan cabang-cabang dan PW mengerucut pada 2 orang yakni Malik Haramain dan Khotibul Umam.
“Tapi kelihatanya Umam sudah mengantongi dukungan dari cabang-cabang dan wilayah hingga 40 persen. Sedang 60 persen lain menyebar pada Malik Haramain dan figure lain di luar struktur Ansor sekarang, “ tandas Wahyudin yang dekan dengan Umam ini.
Sementara salah satu pengurus harian PC Ansor kabupaten Tegal, Didi Permana, ketika dikonfirmasi NU Online, soal dukungan mengatakan, dengan hanya diundangnya Khotibul Umam, dalam pengukuhan Satkorcab Banser dan pengukuhan 3 lembaga, semakin jelas kepada siapa Ansor Tegal memberi dukungan. “Ya tahu sendiri lah mas,” pungkasnya. (fth)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua