Muslim dan Yahudi Prancis Minta Sarkozy Tutup Debat Islam
NU Online · Ahad, 3 April 2011 | 08:43 WIB
Pemimpin Yahudi di Prancis bergabung dengan komunitas Muslim, Kristen dan Budda menyerukan kepada Presiden Nicholas Sarkozy untuk menutup rencana debat seputar Islam, yang rencanakan akan diselenggarakan pada pekan depan.
Diskusi tersebut, dijadwalkan berlangsung pada Selasa pekan depan, yang secara intens melihat hukum dan pertanggungjawaban Islam di negara sekuler. Setidaknya, Muslim yang berada di Prancis berkisar lima juta. Dan itu merupakan komunitas Muslim yang terbesar di negara Eropa lainnya.
/>
Dalam pernyataannya, perwakilan dari beberapa agama mengatakan bahwa debat tersebut dapat menambahkan "kebingungan pada periode bermasalah yang kita lewati."
Para pengkritik, termasuk anggota dari partai Sarkozy UMP, juga telah mengutuk terkait stigma terhadap Muslim Prancis dan memberikan isu itu kepada ekstrim kanan Front Nasional dan Kebangkitan.
Partai ekstrim kanan, yang dipimpin Marine Le Pen, menempati urutan ketiga dalam pemilihan lokal kedua pada pekan ini, yang setidaknya memenangkan 11 persen dari suara pemilih. (syf)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua