Muslimat NU Gelar Rakernas, Direncanakan Dibuka Wapres
NU Online Ā· Selasa, 5 Mei 2009 | 09:20 WIB
Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Mei-1 Juni 2009. Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla, direncanakan hadir dan membuka secara resmi hajatan besar organisasi ibu-ibu NU itu.
Namun, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, membantah tudingan bahwa kehadiran Kalla nanti ada sangkut-pautnya dengan Pemilu Presiden (Pilpres). Ia menjamin, organisasi yang dipimpinnya tak akan terlibat dalam urusan dukung mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.<>
āTidak ada agenda membahas soal capres dan cawapres. Tidak ada dan tidak akan pernah ada Muslimat NU mendukung capres tertentu,ā tegas Khofifah kepada wartawan di Kantor Pengurus Besar NU, Jakarta, Selasa (5/5).
Diundangnya Kalla yang juga capres Partai Golkar pada Rakernas itu, kata Khofifah, semata karena posisinya sebagai wapres. Selain itu, kehadiran wapres juga sudah menjadi tradisi bagi Muslimat NU serta badan otonom lainnya yang berada di bawah naungan PBNU.
āKalau Muslimat NU dan badan otonom NU yang lain, levelnya memang wapres yang membuka. Kongres Muslimat NU tahun 2006 pun yang membuka Wapres (Jusuf Kalla). Dan, Rakernas Muslimat NU yang lalu-lalu yang membuka juga wapres. Kalau presiden, itu levelnya PBNU,ā jelas Khofifah didampingi sejumlah petinggi PP Muslimat NU.
Meski demikian, imbuhnya, tak tertutup kemungkinan dalam Rakernas nanti akan dibahas pula masalah Pilpres. āTapi, yang jelas, kita tidak mengagendakan,ā ujarnya. Kalau pun ada usulan untuk membahasnya dan benar-benar dibahas, itu pasti tidak lebih dari sekedar kriteria capres-cawapres yang layak, bukan berbentuk dukungan Muslimat NU secara organisasi.
Permasalahan kriteria, lanjutnya, juga penting agar 15 juta anggota Muslimat NU se-Indonesia tidak menjadi pemilih yang ābuta politikā. āAgar anggota Muslimat NU ini tidak menjadi āpemilih mengambangā. Kriteria-kriteria itu nantiya, setidaknya, bisa menjadi pertimbangan untuk memilih,ā pungkasnya.
Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menjelaskan, tidak sedikit pengurus Muslimat NU di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten yang mengaku bingung untuk menentukan pilihannya pada Pilpres yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang. Karena itu, penting untuk merumuskan kriteria pemimpin bangsa yang baik.
Khofifah merupakan mantan calon gubernur Jawa Timur yang berpasangan dengan Mudjiono. Ia didukung Partai Persatuan Pembangunan dan 11 parpol nonparlemen. Pada Pilkada Jatim, akhir 2008 lalu, ia bersaing dengan pasangan Sukarwo-Saifullah Yusuf yang didukung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera.
Khofifah juga merupakan orang pertama yang membongkar kasus dugaan rekayasa Daftar Pemilih Tetap dalam Pilkada Jatim, terutama di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Belakangan, kasus serupa muncul dalam Pemilu Legislatif pada 9 April lalu. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
Terkini
Lihat Semua