Jakarta, NU Online
Upaya Muslimat NU untuk terus memberdayakan anggotanya tak pernah berhenti. Kali ini, pelatihan diberikan para pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) Muslimat NU yang sudah tersebar di 6 daerah pada 29-31 Agustus di BLK Muslimat Pondok Cabe Jakarta.
Pengurus Muslimat NU Nurifah kepada NU Online di Jakarta, Jum’at (31/8), menjelaskan bahwa pemberian pelatihan ini diharapkan dapat peningkatkan kemampuan pengelolaan BLK sehingga mampu melayani pelatihan-pelatihan dengan baik.
<>Dalam pelatihan yang diikuti oleh 22 orang ini, para peserta juga diajari ilmu, tata boga, tata busana, border, katering, komputer, termasuk tanaman hias.
“Kita melatih bagaimana memanage BLK dan mengisi programnya sehingga diharapkan dari kegiatan itu bisa mengangkat derajat perempuan. Dengan memiliki ketrampilan diupayakan terjadi peningkatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.
Nurifah merasa prihatin dengan banyaknya perempuan yang tak memiliki ketrampilan sehingga terpaksa menjadi TKW yang pada akhirnya banyak mengalami penyiksaan oleh para majikan. Pemberian pelatihan ini diharapkan bisa mengurangi kejadian-kejadian seperti ini.
Para peserta sempat diajak untuk studi lapangan di Subang untuk melihat penggunaan teknologi tepat guna bagi pengawetan mangga. “Teknologi seperti ini penting untuk mensiasati harga murah saat panen raya,” katanya.
Salah satu BLK yang dimiliki Muslimat NU di Kudus juga sudah berhasil mengembangkan berbagai pelatihan dan produksi. Meskipun awalnya hanya berupa gudang yang menganggur, kini sudah memberi pelatihan busana, border, home industri dan lainnya.
Muslimat NU Batam juga sudah bertindak dengan memberdayakan para TKI yang tak bisa berangkat ke luar negeri, meskipun saat ini BLK yang digunakan masih meminjam milik Depnakertrans.
Selanjutnya, pasca pelatihan ini, akan dibuat pilot project di Kuningan Jawa Barat, di kawasan pantura dengan pilihan Semarang atau Kudus. “Didaerah tersebut, banyak sumberdaya yang melimpah, tetapi kurang maksimal pengelolaannya seperti kerajinan border dan makanan khas,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua