Negara Arab Tak Ingin Konflik Israel-Palestina Segera Berakhir
NU Online · Sabtu, 24 Januari 2009 | 04:29 WIB
Negara-negara Arab terkesan sengaja membiarkan konflik antara Palestina dan Israel terus berlangsung. Hal yang sama juga diperlihatkan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.
Demikian disampaikan pengamat politik Timur Tengah Niam Sutaman dalam diskusi umum tentang perdamaian Palestina yang diadakan oleh mahasiswa Indonesia Pakistan di Islamabad, Selasa (20/1) lalu, seperti dilaporkan kontributor NU Online Isyrokh Fuaidi.<>
“Konflik Palestina-Israel yang tak pernah berakhir memang disengaja oleh negara-negara Arab dan juga negara-negara Barat karena mereka memiliki kepentingan masing-masing,” kata Niam Sutaman.
Negara-negara Arab juga terkesan lemah di hadapan Israel yang tidak mau tidak mau tunduk pada peraturan PBB.
Para peserta diskusi juga mempertanyakan peran Organisasi Konferensi Islam (OKI) sebagai organisasi Muslim terbesar dalam isu Palestina dan apa sisi politis di balik langgengnya konflik Palestina-Israel. Organisasi ini nyaris tidak berbuat apa pun untuk menghentikan serangan Israel.
Diskusi umum tentang perdamaian Palestina itu, kata Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan Ihsanuddin merupakan tindak lanjut dari kepedulian mahasiswa Islamabad yang prihatin terhadap kondisi Palestina yang kian kritis.
Dalam kesempatan itu Ketua Tanfidziyah Palestina Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan Agus Handoko mengajak seluruh mahasiswa Indonesia di Islamabad untuk membantu Rakyat Palestina dengan kemampuan yang dimiliki.
Selain diskusi, kegiatan rohaniah lain juga dilaksanakan dengan penuh hikmat. Para hadirin melakukan doa bersama sekaligus shalat ghaib kepada para syuhada Palestina. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua