Tak mau kalah dengan NU di dalam negeri, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Australia akan mengundang seniman kondang Emha Ainun Najib (Cak Nun), 3-4 April mendatang untuk mendiskusikan perihal pro-kontra Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP).
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris PCI NU Australia Safira Machrusah kepada NU Online ditemui di sela-sela berlangsungnya Kongres XV Muslimat NU di Asrama Haji Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Jum'at (31/3) kemarin. "Tanggal 3 dan 4 April besok, PCI NU Australia akan mengadakan diskusi tentang RUU APP," ungkapnya.
Mengapa harus Cak Nun? Rosa, demikian sekretaris PCI NU Australia ini biasa dipanggil, menyatakan pihaknya ingin melihat persoalan pornografi dan pornoaksi ini dari sudut pandang seni. "Kita mengundang Cak Nun untuk bicara dalam perspektif seniman, biar tidak hanya dari sudut pandang agama saja," ujarnya.
Diskusi yang akan digelar di dua tempat, yakni di Canberra dan Melbourne itu akan dihadiri oleh seluruh warga NU yang tinggal di Australia, baik yang masih menyelesaikan studi maupun sudah bekerja di negeri kanguru tersebut. Selain warga NU, akan hadir juga pada diskusi tersebut beberapa perwakilan dari Persatuan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA). (rif)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua