Pengurus Cabang NU Jombang, pada hari Ahad (24/10) melakukan kegiatan do’a dan istighotsah bersama di lokasi pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU).
Kegiatan do’a dan istighotsah ini dilakukan berkaitan dengan dimulainya pembangunan RSNU Jombang, yang saat ini sudah selesai tahap pengurukan.<>
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.45 WIB tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB Drs H Abd. Halim Iskandar, Wakil Bupati Jombang Wijono Suparno, Jajaran Pengurus Cabang NU Jombang, Badan-badan Otonom NU Jombang salah satunya Ketua Muslimat Cabang Jombang H Munjidah Wahab, Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Jombang.
Dalam laporannya, Panitia pembangunan RSNU yang diwakili oleh H Hamid Bishri menjelaskan bahwa dalam merealisasikan proyek pembangunan tersebut, panitia bekerjasama melalui MoU dengan perusahaan konstruksi PT Wika.
“Pembangunan RSNU ini bisa dimulai dan berjalan berkat bantuan dari warga NU berupa wakaf tanah, dari Pemda Jombang untuk menambahi kekurangan pembelian tanah, dari Pemprov Jatim berupa bangunan gedung dan, dari menteri kesehatan berupa alat kesehatan,” kata pria yang akrab disapa Gus Mamik ini.
“Kegiatan pembangunan RSNU ini ditarget akan selesai sekitar bulan Januari 2010, maka dari itu panitia harus menggandeng kontraktor besar seperti Wika,” tambahnya.
Dalam sambutannya dia juga menyampaikan pesan Rais Syuriah PCNU Jombang yang saat ini sedang menunaikan ibadah Haji. “Pesan pertama, nantinya RSNU akan melayani umat NU dan akan menarik biaya secara wajar. Kami katakan wajar, karena kalau tidak, semua minta keringanan maka umur RSNU ini nanti tidak panjang. Kedua, pengelola RSNU harus di bawah kendali PCNU terutama dalam aspek yang hakiki,” kata Gus Mamik mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, dalam kesempatan selanjutnya, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, DR KH Isrofil Amar mengatakan bahwa, pendirian RSNU Jombang merupakan ujian bagi PCNU Jombang.
“Bisa tidak kita diberi kepercayaan oleh warga NU, Pemkab Jombang, Pemprov dan Menteri Kesehatan dalam membangun RSNU ini,” tanyanya.
Lebih lanjut dia mengatakan: “Karena ini ujian, maka kami mohon do’a restu kepada seluruh Nahdliyin, agar ujian ini bisa berjalan dengan baik”.
Dia juga berharap kepada seluruh pengurus untuk menjaga al Ittihad atau persatuan dalam menghadapi ujian ini.
“Jika ada yang kurang berkenan, mohon langsung dibicarakan dengan panitia atau pengurus, tidak perlu diexpose di media, seperti kejadian yang lalu,” harapnya dalam mengakhiri sambutan. (mus)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua