Jakarta, NU Online - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespon keinginan kelompok usahawan yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), terkait penerbitan label halal dan jujur untuk produk makanan dan jasa. Langkah untuk hal tersebut tengah dalam pematangan dan siap dilaksanakan dalam waktu dekat.
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, pihaknya memiliki kemampuan untuk mengeluarkan label halal dan jujur pada suatu produk makanan dan jasa.
"Untuk gedung laboratorium kita sudah punya di Bogor. Kita juga akan libatkan (Lembaga) Bahtsul Masail untuk mengkaji halal haram suatu produk," tegas Kiai Said di Jakarta, Senin (31/1). <>
Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura', Mekah, tersebut juga mengatakan, keputusan menerbitkan label halal dan jujur untuk produk makanan dan jasa tidak dimaksudkan untuk menyaingi Majelis Ulama Indonesia, lembaga yang selama ini menjalankan tugas tersebut. NU siap menjalankan hal tersebut sesuai keinginan masyarakat, khususnya Nahdliyin, baik dari kalangan pengusaha atau konsumen pengguna produk makanan dan jasa.
"Kita tidak mengajak mereka bersaing. Tapi tidak tahu kalau ternyata mereka merasa tersaingi," tandas Kiai Said.
Untuk penerbitan label halal dan jujur untuk produk makanan dan jasa, NU juga tidak takut disebut menyerobot lahan MUI. Hingga saat ini permintaan untuk tersebut sudah ada, dan tinggal hanya menunggu kesiapan NU melaksanakannya.
"Di China ada lebih dari seribu merek dagang yang dikelola pengusaha muslim, dan mereka lebih yakin jika NU yang memberikan label halal. Dari dalam negeri tentunya juga banyak," pungkas Kiai Said. (*)
Penulis: Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua