Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama kembali menegaskan keharaman mengikuti dan menyelenggarakan kuis layanan pesan singkat (SMS) dan telfon. Kuis yang sedang marak ini mengandung unsur maisir atau gambling alias taruhan yang dilarang secara tegas dalam kitab suci Al-Qur'an.
Penegasan itu disampaikan dalam Bahtsul Masail Diniyah Waqi'iyyah (pembahasan masalah-masalah aktual keagamaan) di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (15/8) malam. Bahtsul masail dilakukan oleh para kiai dari jajaran syuriah PBNU dan utusan dari Lajnah Bahtsul Masail NU (LBM) dari beberapa daerah yang telah diamatkan oleh Munas dan Konbes lalu untuk merampungkan beberapa persoalan keagamaan yang belum selesai dibahas waktu itu.
Ditegaskan bahwa hadiah yang diterima oleh satu dari ribuan peserta kuis yang membayar harga pulsa melebihi tarif biasa itu tidak bisa disebut sebagai hadiah dalam pengertian hukum Islam. Hadiah dalam kuis itu lebih tepat disebut sebagai judi yang secara tegas dan jelas haram hukumnya.
"Bayangkan jika satu SMS sang bandar memperoleh Rp. 2000 dikalikan ribuan peserta kuis, semantara yang menang hanya mendapatkan 1 sampai lima juta. Kuis ini hanya menjadi sarana untuk mencari keuntungan bagai para pemberi hadiah atau bandarnya," kata M. Kholil Nafis, salah seorang peserta sekaligus sekretaris Bahtsul Masail.
Warga Nahdliyyin dan masyarakat secara umum dihimbau untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming para penyelenggara kuis. Dikatakan, kuis semacam itu hanya menyebabkan masyarakat malas dan mengharap sesuatu keuntungan tanpa melalui kerja.
Selain kuis berhadiah, bahtsul masail juga membahas dan mengesahkan 4 masalah yang belum sepenuhnya tuntas dibahas pada Munas Surabaya yakni tentang kalimat sumpah jabatan, merubah bentuk wajah (face of), infotainment, dan perdagangan orang.
Hingga Rabu (16/8) pagi, bahtsul masail yang dipimpin oleh Rais Syuriah PBNU KH. Masyhuri Na'im dan KH. Ma'ruf Amin itu masih berlangsung. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Tunda Amal Baik
2
Khutbah Jumat: Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
3
Gus Ipul: Mekanisme Pemilihan Ketua Tanfidziyah Lewat AHWA Otomatis sampai Ranting
4
Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi
5
Bitcoin dalam Perspektif Fiqih: Harta, Alat Tukar, dan Hukum Transaksinya Sesuai Hasil Muktamar Ke-35 NU
6
Gus Ipul Sebut Dua Kesuksesan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Terkini
Lihat Semua