OKI Kecam Partai Denmark Karena Hina Nabi Muhammad
NU Online · Rabu, 31 Oktober 2007 | 13:09 WIB
Jeddah, NU Online
Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang beranggotakan 57 negara, mengecam penghinaan terbaru terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh sebuah partai politik Denmark.
Penggunaan lukisan tangan yang mencela Nabi Muhammad oleh Partai Rakyat Denmark dalam kampanye pemilu memicu kemarahan warga Muslim di Denmark dan di seluruh dunia.
<>Dalam pernyataannya, pengamatan OKI mengenai Islamfobia (sikap ketakutan terhadap Islam), mencela tindakan itu, dan menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak bertanggungjawab, terutama itu dilakukan oleh sebuah partai politik, dengan satu-satunya tujuan yaitu mengobarkan kebencian terhadap penganut Islam di Denmark.
"Pandangan sempit itu dimunculkan dengan klaim bahwa apa yang dilakukan itu bertujuan mempertahankan nilai-nilai bangsa Denmark," kata pernyataan itu, ketika membuat kesimpulan logis dari iklan itu bahwa "Nilai-nilai bangsa Denmark" memberi kebebasan untuk menyampaikan pidato kebencian dan mengeksploitasi prinsip-prinsip mulia mengenai kebebasan berekspresi untuk menghina pihak lain, dan pada saat yang sama menolak perbedaan budaya dan keragaman dalam masyarakat modern.
"Dunia Muslim, yang memandang ini sebagai buktik kecondongan beberapa kalangan Denmark untuk menjadikan Islam sebagai momok, tokoh dan lambangnya itu masih tetap berhati-hati dan mewaspadai kecenderungan ini, yang sekali lagi mungkin mengarah kepada meningkatnya ketegangan," kata OKI. (ant/sir)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua