Pakai Lambang Ansor, PWNU Jatim "Warning" Gus Ipul
NU Online · Senin, 18 Februari 2008 | 06:32 WIB
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memberikan "warning" (peringatan) kepada Ketua Umum PP GP Ansor H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terkait pencalonan sebagai wagub Jatim.
"Dalam iklan di media massa, dia (Gus Ipul) memakai lambang Ansor, kemudian acara deklarasi juga melibatkan atribut Ansor," kata Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Minggu.
<>Usai melantik 659 pengurus lembaga dan lajnah di lingkungan PWNU Jatim periode 2007-2012, ia mengatakan PBNU melarang penggunaan simbol dan atribut NU dan badan otonom (banom) NU itu dalam masalah politik praktis, apalagi melibatkan pengurus Ansor.
"Hal itu sesuai petunjuk PBNU Nomor 115/18 Mei 2005 tentang Pilkada yang melarang NU dan perangkatnya menggunakan atribut dan bendera NU untuk kepentingan politis," katanya.
Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu mengatakan pihaknya akan melaporkan hal itu ke PBNU agar ada tindakan tegas, karena hal itu "menginjak-injak" NU.
"Hal yang sama juga berlaku untuk pak Ali (Ketua PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi) bila dia maju dalam Pilgub, maka saya menegur keras dengan adanya lambang NU dalam kalender BNP (Badan Narkotika Provinsi) dan hal itu akhirnya disikapi dengan penarikan," katanya.
Dalam sambutannya pada pelantikan lembaga dan lajnah PWNU 2007-2012, ia memperingatkan kader NU yang terjun ke politik, termasuk Pilgub, untuk tidak menjadi "ular liar" yang tidak tunduk pada komando kiai.
"Itu ibarat Nabi Musa menghadapi Fir’aun. Ular itu merupakan jelmaan dari tongkat Musa untuk memusnahkan ular para penyihir. Politik itu tidak melanggar Khittah NU, tapi seperti tongkat dan ular Nabi Musa, maka kalau mau jadi ular ya harus tunduk pada komando," katanya.
Saat ini tidak sedikit lembaga dan banom NU menjadi "ular" tanpa komando. "Jadi, kalau mau jadi ular, jadilah ular yang bukan ular jadi-jadian yakni ular yang taat pada komando kiai NU," katanya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi dalam sambutan pengantar pelantikan menitipkan tiga hal kepada pengurus lembaga dan lajnah di lingkungan NU Jatim yang baru dilantik.
"Tiga hal yang penting seperti diamanatkan dalam konferensi yang lalu adalah pengembangan ajaran Aswaja, merespon kebutuhan masyarakat dan lingkungan, serta melakukan koordinasi melalui ’komando’ NU," katanya.
Oleh karena itu, katanya, badan otonom (banom), lembaga, dan lajnah di lingkungan NU janganlah berjalan sendiri tanpa "komando" NU, karena dapat merugikan NU sendiri. (ant/eko)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua