Tujuh partai politik (parpol) yang berpeluang lolos parliamentary threshold (PT) yaitu Golkar, PDIP, PPP, PKB, Demokrat, PKS dan PAN berkomitmen lemah terhadap upaya peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen.
Hanya 62 caleg perempuan yang menduduki nomor urut 1 dan 115 orang lainnya di nomor urut 2 dalam Daftar Calon Sementara (DCS) ketujuh parpol tersebut.<>
Demikian disampaikan Direktur Pusat Kajian Politik Fisip Universitas Indonesia, Sri Budi EkoWardani kepada wartawan di kantor KPU, Jalan. Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (14/10).
"Peluang adanya peningkatan jumlah perempuan di DPR mendatang sangat berat, apalagi Golkar, Demokrat dan PAN menerapkan sistem suara terbanyak dalam penentuan calon terpilih," kata Wardani.
Hasil penelitian Puskapol menunjukkan, hanya 25 caleg perempuan dengan nomor urut 1 yang berpotensi terpilih dari empat parpol besar yang konsisten dengan UU Nomor 10 tahun 2008 Tentang Pemilu dalam penetapan calon terpilih.
Jika parpol besar berkomitmen lemah, hal sebaliknya justru terjadi pada parpol baru. Pada Data Calon Sementara (DCS) yang diumumkan KPU, ada sembilan parpol baru yang rekapitulasi calon perempuan mencapai 40 persen atau lebih yaitu, PKPB (40 persen), PPPI (48 persen), PKPI (45 persen), PDP (40 persen), PMB (42 persen), PDK (43 persen), PBR (40 persen) dan PNUI (47 persen).
Kendati demikian, kata Wardani, keterwakilan perempuan di DPR belum menjamin peningkatan jumlah perempuan di parlemen mengingat parpol baru tersebut belum tentu memperoleh kursi di DPR, dengan adanya ketentuan ambang batas perolehan suara untuk duduk di parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 2,5 persen. (okz/dar)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua