Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dorong Muslimat NU DKI Jakarta untuk memperkuat majelis taklim-majelis majelis taklimnya sebagai upaya menjaga dan mempertahankan ajaran ahlusunnah wal jamaah.
DKI Jakarta merupakan pintu gerbang menghadapi berbagai budaya, baik positif maupun negative yang datang dari luar sehingga peranan Muslimat NU sangat penting.
<>
“Kita berhadapan langsung dengan tuntutan globalisasi, pornografi, narkotika maupun berbagai ideologi yang semuanya bermula di Jakarta,” katanya ketika membuka acara Pelatihan Kepemimpinan Muslimat NU DKI Jakarta, Senin (31/10) di kawasan Mampang Jakarta Selatan.
Majelis taklim, menurut mantan Wakabin ini, dapat menjadi ujung tombak yang efektif karena dapat menjadi tempat memberi bimbingan kesadaran keagamaan yang benar bagi masyarakat.
Apalagi saat ini Indonesia sedang marak ideologi sekuler, yang membolehkan segalanya dan ideologi fundamentalis, yang segala sesuatunya dilarang.
Sekularisme mendorong pada pragmatisme, semua serba mewah dan bergelimangan uang, tetapi demi kepentingan sesaat. “Uang memang menyenangkan tetapi membahayakan karena beragama harus dengan keikhlasan dan harus diingat bahwa fitnahnya umat Muhammad adalah harta,” katanya.
Kelompok sekuler menguasai ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi sedangkan kelompok fundamentalis kini juga menguasai berbagai institusi pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan ajarannya.
Sementara itu, kelompok fundamentalis menganggap hanya dirinya sendiri yang benar dan kelompok yang lain salah. Diantara mereka bahkan ada yang menggunakan cara-cara kekerasan dengan mengatasnamakan jihad untuk menjalankan tujuannya.
“Tugas kita, orang NU berat karena sebagai kelompok tengah merupakan wasit, menjaga dua kelompok yang bertanding, kalau salah, disalahin, kalau benar, tidak mendapat kehormatan,” paparnya.
Saat ini NU juga telah memasuki sektor-sektor strategis, meskipun komposisi pendidikannya masih didominasi lingkungan pesantren sehingga penyebaran kadernya harus semakin diperluas sehingga komunitas NU tidak ketinggalan dengan kelompok lain.
“Ibu-ibu Muslimat NU sekarang tak kalah cantik dengan orang lain,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi ibu-ibu Muslimat NU yang selama ini merupakan badan otonom NU yang paling sukses dalam pengelolaan ekonominya.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua