Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut bersalah atas perpecahan yang terjadi dalam tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PBNU terkesan acuh terhadap perpecahan yang gejalanya sudah diketahui sejak lama.
Demikian dikatakan Ketua PBNU KH Musthofa Zuhad Mugni dalam refleksi akhir tahun Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) bertajuk "NU dalam Konstalasi Politik Nasional” di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (18/12). Sejumlah alumni PMII yang tergabung dalam PKB kubu Muhaimin Iskandar dan kubu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hadir dalam kesempatan ini.<>
“Kesalahan PBNU adalah membiarkan PKB Pecah. Padahal kita merasa bahwa PKB didirikan oleh PBNU. Ketika mulai ada perpecahan PKB, tidak ada tanda-tanda PBNU ikut menyelesaikan perpecahan itu,” katanya.
Dirinya menyesalkan PBNU karena terkesan mendiamkan perpecahan itu. Dikatakannya, bahkan NU secara umum hingga saat ini belum bisa memberikan jalan keluar dan arahan yang baik bagi warga Nahdliyyin dalam hal politik.
“Pada Muktamar 2010 nanti perlu ada rumusan-rumusan agar kesalahan yang terjadi pada 2008 ini bisa dicegah," kata Ketua PBNU yang menyatakan nonaktif setelah mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari PKNU itu.
Ditambahkan, NU harus bisa memberikan peranan terhadap kekuatan politik NU yang tersebar di beberapa partai politik. Jika bisa dikonsolidasikan maka sekitar 20 persen kekuatan politik Indonesia itu akan mampu mengangkat kader NU menjadi presiden atau wakil presiden. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
5
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
6
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
Terkini
Lihat Semua