PBNU Kutuk Bom Gereja Solo, Minta Polisi Usut Tuntas
NU Online · Ahad, 25 September 2011 | 07:48 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengatakan tindakan bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Bethel Injili Sepenuh, Kepunton, Kota Solo sekitar pukul 10.55 WIB.
“Tindakan seperti itu bisa merusak hubungan antar umat beragama dengan timbulnya rasa saling curiga antar komponen bangsa,” katanya.
<>
Ia berharap agar polisi mengusut tuntas aktor intelektual dari tindakan tersebut agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Jika kejadian ini mampu dilokalisir, tidak akan menyebar kemana-mana atau adanya aksi balas dendam dari kelompok yang sekarang ini teraniaya.
“Yang dituduh pasti umat Islam, padahal umat Islam adalah kelompok yang sudah menghayati kemajemukan Indonesia,” jelasnya.
Pelaku bom di gereja, yang sudah berulangkali terjadi, menurutnya hanyalah sekelompok kecil penganut agama beraliran eksrim yang tidak memahami kemajemukan Indonesia. Mereka merasa semua fihak harus mengikuti kemauannya.
“Umat Islam, termasuk NU sudah siap dengan kemajemukan di Indonesia. Kita juga harus waspada, jangan-jangan ada yang sengaja mengadu domba untuk menjelekkan umat Islam,” tandasnya.
Dalam kejadian tersebut, satu orang tewas, yang diduga merupakan pelaku bom bunuh dirinya, sedangkan 11 orang lainnya luka-luka.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua