PBNU Minta Warga Gunakan Hak Pilihnya Sesuai Hati Nurani
NU Online · Ahad, 19 September 2004 | 14:12 WIB
Jakarta, NU Online
Berkaitan dengan pelaksanaan Pilpres tahap II 20 September besok, Syuriah NU menganjurkan segenap warga NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dengan rasa tanggung jawab kepada Allah SWT. Syuriah NU mengingatkan warga NU dan masyarakat pada umumnya untuk tidak merusak keutuhan persatuan dan persaudaraan bangsa, betapapun kerasnya persaingan dan perbedaan antara kedua pasangan capres dan pendukungnya.
Anjuran ini merupakan sebagian dari keputusan rapat syuriah berkaitan dengan masalah pilpres tahap II. Rapat tersebut dilakukan pada 7 September 2004 di Ponpes Maslahul Huda Kajen Pati yang diasuh oleh Rais Aam PBNU KH A. Sahal Mahfudz.
<>Anjuran yang dikeluarkan dalam bentuk siaran pers yang dikeluarkan beberapa waktu lalu ditandatangani Rais Am PB Syuriah NU KH Sahal Mahfudz dan Wakil Katib HM Fachri Thaha Maâruf itu. Syuriah juga juga meminta segenap masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya warga NU, untuk menerima dengan ikhlas dan menghormati siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2004-2009.
Â
Tausiyah syuriah ini juga dihimbau kepada segenap komponen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Hendaknya semua pihak yang yang sedang berkompetisi menghindari hal-hal yang dapat mengusik keharmonisan hubungan warga bangsa dengan tetap menjaga etika dan akhlaq dalam bersaing (cih/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua