PBNU: Polri Harus Lebih Bijak Tangani Terorisme
NU Online · Sabtu, 31 Oktober 2009 | 06:29 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus lebih bijak dalam menangani masalah terorisme di Indonesia. Jika lebih bijak, masyarakat akan lebih mempercayai keberhasilan polisi dalam mengungkap jaringan terorisme di negeri ini.
Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Musthofa Zuhad Mughni kepada NU Online di Jakarta, Jum'at (30/10). Musthofa berharap, polisi diharapkan dapat membuktikan tindak kejahatan teroris melalui proses hukum yang berlaku di Indonesia.<>
"Tentu akan lebih baik jika para tersangka ditangkap hidup-hidup dan dapat diadili. Kalaupun misalnya memang dihukum mati, eksekusi dapat dilakukan setelah adanya keputusan pengadilan," terang Musthofa.
Lebih lanjut, Musthofa menjelaskan, tindak pidana terorisme tidak dibenarkan oleh agama manapun, terutama Islam. Agama yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad SAW ini tidak membenarkan mengancam keselamatan orang lain yang tidak terlibat dalam peperangan.
"Jadi harus ada tindakan yang cukup memadai untuk menengarai dan melawan bujukan-bujukan yang akan menjerumuskan masyarakat kepada tindakan anarkis. Terutama yang mengarah pada tindak terorisme dengan mengatasnamakan agama secara tidak bertanggungjawab," tandas Musthofa. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
6
Hilal Awal Syawal 1447 H Diprediksi Sulit Terlihat, Penentuan Tunggu Sidang Isbat
Terkini
Lihat Semua