PCI NU Libya Temu Ramah dengan Kiai Said
NU Online · Kamis, 14 Oktober 2010 | 04:13 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama ( PCI NU ) Libya temu ramah dengan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirajd menjelang kepulangannya ke tanah air, Rabu (13/10).
Temu ramah tersebut diikuti seluruh jajaran pengurus, baik Tanfidziyah maupun Syuriyah. Disamping ajang silaturahmi, Kiai Said juga memberikan tausiyah
singkat tentang ke-NU-an agar pengurus tetap merasa memiliki organisasi besar ini.<>
Dalam kesempatan itu, Kang Said juga mengajak pengurus memahami sejarah bangsa Indonesia dimana Nahdlatul Ulama telah banyak memberikan kontribusi didalamnya. Tak lupa mengarahkan bagaimana seharusnya Nahdliyin bersikap dalam mengisi pembangunan bangsa dengan belajar dari sejarah.
Dengan gamblang, ia menjelaskan peran serta para Ulama NU dalam mempertahankan bangsa dari penjajahan. Salah satu peran paling besar dan memiliki nilai tersendiri menurutnya adalah munculnya resolusi jihad di Surabaya. Dimana warga Nahdliyin berjuang sekuat tenaga hingga menimbulkan korban banyak. Peristiwa itu diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional.
Ia menambahkan bahwa politik sebenarnya kurang pas untuk organisasi NU. NU lebih baik bergerak dalam sosial kemasyrakatan untuk membantu pembangunan pondasi bangsa. Eksisnya organisasi ini justru setelah keluar dari balutan politik praktis.
Mengakhiri tausiyahnya, layaknya seorang bapak Kiai Said memberikan motivasi bagi pengurus yang memang mayoritas mahasiswa agar tetap menambah wawasan keilmuannya di Kampus kuliah Dakwah Islamiyah hingga nantinya diharapkan mampu berkiprah masyarakat.
“Untuk menambah wawasan keilmuan, Libya adalah tempat yang pas,” tandasnya. (mad)
Terpopuler
1
Khutbah Shalat Istisqa: Memohon Hujan, Ampunan, dan Rahmat Allah
2
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
3
Hukum Mengisi Absensi Teman yang Tidak Masuk Kerja
4
Hukum Shalat di Atas Sajadah Bergambar dan Berwarna Mencolok
5
Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar Majelis Umum PBB
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngarep-arep Tumurune Udan kelawan Nyuwun Pangapuran lan Tetulungan
Terkini
Lihat Semua