Para pengurus NU hendaknya senantiasa menjadi contoh yang baik bagi warga masyarakat dalam hal ibadah dan tingkah laku. Meski sangat berat, namun para pengurus NU harus selalu mengikhtiarkan keteladanan kebaikan.
Demikian dipesankan Rais Syuriah PCNU, KH Muhyiddin Abdusshomad dalam pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU)Kaliwates, di kantor MWC NU Kaliwates, Jl. Gajahmada Jember, Ahad malam (27/3). Pelantikan berlangsung cukup meriah, tak kurang dari 300 tamu undangan hadir dalam acara ini.
/>
"Tidak gampang menjadi pengurus NU, karena tanggungjawabnya besar. Menjadi teladan dalam ibadah dan tingkah laku sangat berat, tapi memang harus selalu diikhtiarkan. Lantaran cap pengurus NU sudah terlanjur tertempel di pundak pengurus NU," tutur Muhyiddin.
Penulis beberapa buku ke-NU-an itu menambahkan, menjadi pemimpin senantiasa jadi perhatian masyarakat. Segala gerak-geriknya akan terpantau oleh masyarakat.
Karena itu, katanya, contoh yang baik itu penting, apalagi sebagai pengurus NU. Jika seorang pemimpin bertignkah laku kurang terpuji, maka kepercayaan masyarakat otomatis akan berkurang.
“Kalau kita tidak becus bertingkah laku, lantas apa yang bisa umat banggakan,” lanjutnya.
Kiai Muhyiddin menegaskan, NU bukan organisasi yang “beruang”, sehingga kalau menjadi pengurus NU dengan harapan bisa mendapatkan uang, itu salah besar. NU tidak punya parbik uang. Pengurus NU juga tidak ada yang dibayar. Harapan satu-satunya dari pengurus NU adalah balasan dari Allah.
“Kalau kita ikhlas mengurus umat, insyaallah ridlo Allah akan kita raih. Tidak pernah ada ceritanya orang ngurus NU, menjadi melarat. Kalau ridlo Allah kita raih, semua urusan lancar,” tegasnya.
Kepengurusan MWC NU yang dilantik semalam adalah hasil Konferensi MWCNU akhir Desember tahun lalu. Ketua Tanfidziah tetap dipegang Muhammad Nur, sedangkan Rais Syuriah dijabat KH Sulaiman Damanhuri.
Pelantikan itu sendiri hanya satu dari sekian rangkain acara yang digelar MWCNU Kaliwates. Sore harinya, di tempat yang sama juga dihelat bahtsul masa’il yang dihadiri seluruh pengurus MWC NU se-Jember (ary).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua