Pelajar NU Harus Siap Rebut Kepemimpinan Nasional
NU Online · Senin, 8 Desember 2008 | 04:58 WIB
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan dapat memasok kader-kader terpelajar NU untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa.
IPNU-IPPNU harus mampu menggembleng pelajar-pelajar NU agar memiliki kapasitas dan keunggulan sebagai modal dalam memimpin perubahan.<>
Demikian diutarakan mantan aktivis IPNU Cabang Bogor H Asep Saepul Millah di depan peserta Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Akbar se-Bogor yang diselengggarakan PAC IPNU- IPPNU Kecamatan Ciomas di Pesantren Al-Fatah Ciomas Bogor, Sabtu (6/12) lalu.
Lebih lanjut pria yang juga ketua PC LP Ma’arif NU Bogor ini mengutarakan, pelajar NU memiliki prospek yang sangat baik. Keunggulan kader terdidik yang dilahirkan dari rahim NU terletak pada kekuatan hubungan ideologi dengan para penganut faham ahlussunnah wal jamaah yang notabene sebagai komponen terbesar bangsa ini.
“Pelajar NU harus memanfaatkan modal sosial yang dimiliki guna merebut kepemimpinan nasional. Karena itu sejak dini para pelajar NU harus menjadi kader tangguh yang profesional, sehingga mampu memainkan peran terbaik dalam memimpin perubahan,” papar mahasiswa program S2 Penyuluhan Pembangunan (PPN) Pascasarjana IPB ini.
Sementara itu Baejuri Ismail menyampaikan, kader NU penting meneladani perjuangan para Wali Songo dalam berdakwah menyebarkan Islam di Nusantara.
“Dakwah Wali Songo telah menginspirasi kelahiran NU. Model dakwah ini perlu terus kita kembangkan, karena sangat sesuai dengan dinamika masyarakat modern,” papar guru Pesantren Daarul Rahman Bogor ini.
Baejuri mengatakan, IPNU-IPPNU adalah jenjang kaderisasi paling dasar di NU. Para alumni IPNU-IPPNU diharapkan menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat masuk perkuliahan, serta bergabung dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor maupun Fatayat NU tatkala mulai menginjak usia dewasa (pemuda).
Kegiatan tersebut mengetengahkan tema “Sekolah kawah candradimuka kepemimpinan bangsa,” yang diikuti oleh sedikitnya 150 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di Kabupaten dan Kota Bogor. Antara lain Pesantren Alfatah, Pesantren Daarul Rahman, Pesantren Ummul Quro al-Islami, SMP Cinta Rasul, MTs Ma’arif NU Cijeruk, SMA PGRI Rumpin, Pesantren Miftahul Ulum Kota Bogor, Pesantren al-Aulia, dan SMP Negeri Ciomas.
Para pemateri yang dihadirkan, yakni pengurus PP IPNU Baejuri Ismail, aktivis KMNU IPB Ahmad Fahir, wartawati IPB Online Nunung Munawaroh, Ahmad Riyadi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Sulaeman dari PC IPNU Kabupaten Bogor. (hir)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua