Pembaharu Arab Saudi Minta Raja Dipilih Secara Bebas
NU Online · Senin, 2 April 2007 | 22:42 WIB
Riyadh, NU Online
Para pembaharu Arab Saudi mengirim petisi yang meminta pemilihan bebas kepada Raja Abdullah dan para pengeran penting di monarki absolut yang menjadi salah satu sekutu utama AS itu.
"Petisi itu telah dikirim peda raja dan 15 pengeran senior," kata pembaru Mohammad bin Hudaijan, di Riyadh Senin (2/4) yang menambahkan bahwa dokumen itu memiliki 99 penandatangan.
<<>;font face="Verdana">Dokumen itu, tertanggal 2 Februari, tersedia di Internet (www.dostor-islami.com) bagi setiap orang Saudi.
Empat penandatangan telah ditangkap, kata Bin Hudaijan. Tiga di antara 10 orang itu ditangkap Februari berdasarkan dugaan terlibat dalam pembiayaan teroris, dan orang keempat ditahan bulan lalu, meskipun pemerintah belum mengatakan mengapa.
"Itu merupakan serangan lebih dulu untuk berusaha menghentikan proyek konstitusi Islam," kata Bin Hudaijan.
Pemerintah membantah penangkapan itu berkaitan dengan petisi tersebut, yang minta parlemen yang dipilih dan konstitusi berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Arab Saudi yang menampung dua tempat paling suci Islam, memerintah dengan hukum Islam yang keras dan memiliki parlemen yang tidak dipilih yang menasehai mengenai perundangan.
Dalam pemilihan 2005 diadakan untuk separuh kursi dewan kotapraja, tapi belum ada peningkatan dalam pemilihan sejak itu.
Petisi itu menuduh pemerintah telah mencegah pembaru melakukan perjalanan ke luar negeri, menutup beberapa situs Internet, melarang demonstrasi umum dan mengancam pegawai pemerintah dengan pemecatan karena menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah.
Petisi itu serupa dengan petisi lainnya yang dikeluarkan Maret 2004 yang menyebabkan diadilinya tiga penyusunnya dan tuduhan kementerian dalam negeri bahwa para demonstran itu telah mengeksploitasi tekanan Barat pada pembaruan. (ant/nur)
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
5
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua