Warta

Pengobatan Masal Fatayat 'Diserbu' Warga

NU Online  ·  Jumat, 22 Mei 2009 | 01:31 WIB

Tegal, NU Online
Pengobatan Massal Gratis oleh Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal 'diserbu' warga masyarakat. Kegiatan yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-59 Fatayat NU Tingkat Kabupaten Tegal itu di didatangi lebih kurang 200 pasien.

“Ini sangat menggembirakan kami maupun warga yang berobat,” ujar Ketua PC Fatayat NU Kab. Tegal Dra Hj Nurhasanah di sela-sela pengobatan di lokasi MI-MDA NU Bustanuttholibin Desa Cerih, Kec Jatinegara Kabupaten Tegal Jateng Kamis (21/5) siang.<>

Dipilihnya desa Cerih, menurut Nurhasanah, karena warga desa tersebut tengah dilanda batuk-batuk-batuk, gatal, asam urat, rematik dan magh di musim pancaroba kali ini. “Disamping itu untuk memotivasi kegiatan di PAC Jatinegara,” ujarnya.

“Dalam ulang tahun kali ini, kami ingin memberi sentuhan langsung pada warga masyarakat,” lanjut Nurhasanah.

Begitupun Ketua Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Jatinegara HA Fathcuri menilai usaha kongrit yang dilakukan PC Fatayat NU memberikan manfaat langsung pada masyarakat. “Penjagaan diri dari api negara diri dan keluarganya, bisa dilakukan lewat kesehatan,” ujar Kiai Fatkhuri saat membuka pengobatan masal ini.

Kalau badan tidak sehat, lanjut Kiai, maka tidak bisa beribadah. Sehingga kesehatan harus dijaga agar bisa tetap beribadah dengan baik. Yang artinya, bisa menjaga diri dan keluarganya dari bahasa api neraka.

Pengobatan yang dipimpin Dr. Bening dan dibantu 4 orang perawat itu berjalan tertib. Sehingga seluruh warga yang berobat bisa terlayani dengan baik.

Selain Pengobatan Masal gratis, menurut Ketua Panitia Harlah ke-59 Fatayat NU Tingkat Kab. Tegal Zakiyah Assegaf digelar pula berbagai kegiatan. Antara lain TOT Kesehatan Reproduksi, Jender dan Islam pada tanggal 24 Mei mendatang. Kegiatan ini rencananya akan diikuti 50 peserta.

Selanjutnya, Pelatihan Mubalighot yang mengambil tema Responsif terhadap Pencegahan HIV/Aids pada 21 Juli mendatang. Juga akan diikuti 50 peserta.

Sedangkan Malam Renungan Aids (Maran) pada 21 Juli akan diikuti sekitar 500 orang di pelataran Gedung NU Slawi Jalan Raya Procot Slawi.

“Berbagai kegiatan tersebut, sebagai upaya pemberdayaan perempuan agar secara aktif ambil peran dalam kesehatan bangsa. Kesehatan lahir dan batin,” tandas Zakiyah. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang