Ketua Dewan Kesenian Kota Semarang Marco Marnadi SH dalam orasi budayanya menyampaikan pentingnya budaya Pancasila merasuk dalam diri kaum muda. Pasalnya budaya Pancasila yang merupakan warisan leluhur bangsa hampir terkikis oleh budaya-budaya transnasional.
Sebagai contoh lanjut Marco adalah lirik lagu kaum muda saat ini kurang sesuai dan kurang mendidik. Sampai-sampai kata ‘bajingan’ pun saat ini masuk dalam lirik lagu dan beredar begitu saja.<>
“Kalau sudah seperti ini siapa yang salah. Padahal banyak pihak yang meskinya bertanggungjawab termasuk diri kita,” katanya dalam kegiatan Peringatan Hari Pancasila sekaligus Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 409, Sabtu (5/6) malam lalu di rumah dinas Bupati Kabupaten Tegal.
Kegiatan yang mengambil tema belajar dari sejarah untuk menjadi bangsa yang bijak itu dihadiri ribuan peserta. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, seperti dari unsur Muspida Kab Tegal, organisasi Kepemudaan (OKP), pelajar-mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam berbagai komunitas.
Bupati Tegal H Agus Riyanto dalam sambutannya mengatakan, ada perbedaan antara manusia dan mahluk lainnya. Perbedaan itu terletak pada akal dan fikiran.
“Jika manusia diilhami dengan akal maka sudah seharusnya kita memiliki budaya yang menjadi simbol kesatuan. Budaya yang diterapkan bagi bangsa Indonesia adalah budaya Pancasila yang memiliki nilai dan implikasi pada jiwa bangsa Indonesia,” katanya. (miz)
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
3
Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG Rilis Data Hilal, Kapan 1 Ramadhan 1446 H?
4
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
5
Analisis Prakiraan 1 Ramadhan 1446 H
6
Khutbah Jumat: Sambut Bulan Suci, Momentum Perbaiki Jasmani dan Ruhani
Terkini
Lihat Semua