Pesantren Ali Maksum Krapyak Gelar Majlis Tahlil dan Sholawat
NU Online · Rabu, 13 April 2011 | 09:52 WIB
Krapyak, Selasa (11/4/2011); Waktu menunjukkan pukul 19.00, suasana Pesantren sore itu tampak tidak seperti biasanya. Lazimnya, waktu seperti itu digunakan para santri selepas menunaikan ibadah sholat maghrib berjamaah di Mesjid untuk ngaji Qur’an dan bandongan kitab. Namun kali ini ratusan santri yang didominasi mengenakan baju putih terlihat berkumpul di halaman Pondok Pesantren Krapyak.<>
Malam itu di Pesantren Krapyak dilangsungkan majlis tahlil dan sholawat bersama dalam rangka haul ke-22 almaghfurlah KH Ali Maksum (1915-1989 M) yang pernah menjabat sebagai rais aam PBNU. Dihadiri para pengasuh dan alumni serta seluruh santri, acara dimulai dengan pembacaan singkat manaqib almaghfurlah KH Ali Maksum dihadapan para hadirin, pembacaan tahlil dan sholawat.
Acara sholawat dibawakan oleh grup sholawat bil-Mushtofa pimpinan Gus Rifqi Ali. Acara juga dimeriahkan grup hadroh an-Najah Krapyak Wetan. Selama acara berlangsung, para hadirin yang hadir terlihat begitu antusias dan khidmat.
Majlis tahlil dan sholawat bersama merupakan awal dari sekian rangkaian acara haul KH. Ali Maksum almaghfurlah ke-22. Selain itu, dilangsungkan juga sema’an Qur’an dan ditutup khataman Qur’an serta tahlil di makam masyayikh di Dongkelan. Adapun puncak acara akan dilangsungkan pada Rabu (13/4/2011) ini.
Pada kesempatan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren menghimbau para santri dan alumni serta masyarakat umum untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Mulai dari sema’aan, khataman-tahlil dan pengajian haul secara khidmat.
Sedianya, KH Maemun Zubeir (Pengasuh Ponpes al-Anwar Sarang, Rembang) dan KH Musthofa Bisri atau Gus Mus (Pengasuh Ponpes Raudhatut Tholibin, Rembang) akan didaulat memberikan maudihoh hasanah pada acara puncak haul tersebut. (hmd)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
KH Nasaruddin Umar Mengaku Dapat Dorongan Maju Ketua Umum PBNU, Soroti Tantangan Kepemimpinan NU
Terkini
Lihat Semua